Penyakit Kina (Cinchona officinalis): Gejala & Cara Mengobati

Penyakit pada tanaman kina dapat menurunkan produksi kulit kayu yang mengandung alkaloid; kenali gejala dan cara pengendaliannya secara tepat.

Jawaban singkat

Tanaman kina (Cinchona officinalis) rentan terhadap beberapa penyakit yang menyerang daun, batang, dan akar. Di Indonesia, penyakit yang sering muncul adalah bercak daun, embun jelaga, dan busuk akar. Gejala awal sering terlihat pada daun yang menguning, bercak coklat kehitaman, atau adanya lapisan hitam seperti jelaga. Jika tidak segera ditangani, tanaman bisa meranggas dan mati.

Ringkas: Kina

Cahaya
Naungan 50% pada bibit, dewasa membutuhkan sinar matahari penuh.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat pembibitan, 2-3 hari sekali pada musim kemarau setelah tanam.
Musim
Tanam awal musim hujan (Okt-Nov), panen musim kemarau (Jun-Agu).
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kina membutuhkan perawatan rutin dan kesabaran karena masa panen relatif lama.

Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp. atau Cercospora spp. Gejalanya berupa bercak tidak beraturan, coklat kehitaman, seringkali dengan tepi kuning. Penyakit ini menyebar melalui percikan air hujan atau alat panen yang tidak steril. Pengendalian dimulai dengan sanitasi kebun, pemangkasan daun sakit, dan perbaikan drainase. Untuk pengendalian kimiawi, gunakan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label dan konsultasi dengan penyuluh BPP setempat.

Embun jelaga disebabkan oleh jamur Capnodium spp. yang tumbuh pada embun madu (honeydew) dari serangan kutu daun atau kutu putih. Gejalanya adalah lapisan hitam seperti jelaga pada permukaan daun yang menghambat fotosintesis. Pengendalian utama adalah mengendalikan vektor serangga dengan insektisida nabati atau predator alami. Jika embun jelaga sudah tebal, semprot dengan air sabun atau larutan baking soda (1 sendok per liter) secara rutin seminggu sekali.

Busuk akar disebabkan oleh jamur Phytophthora spp. atau Fusarium spp. yang menyerang akar akibat drainase buruk atau genangan air. Gejala: daun layu mendadak, menguning, dan akar berwarna coklat kehitaman serta berlendir. Langkah pencegahan adalah membuat guludan atau bedengan tinggi, memperbaiki drainase, dan menghindari penanaman di lahan bekas terserang. Untuk tanaman terserang, cabut dan musnahkan, lalu taburkan kapur dolomit pada lubang tanam (200-300 gram per lubang) untuk menekan jamur.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bercak Daun (Colletotrichum spp., Cercospora spp.)

Ciri: Bercak tidak beraturan, coklat kehitaman, tepi kuning, sering muncul pada daun tua di musim hujan.

Solusi: Pangkas daun sakit, perbaiki drainase, semprot fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb (ikuti label).

Embun Jelaga (Capnodium spp.)

Ciri: Lapisan hitam seperti jelaga pada daun, biasanya diikuti serangan kutu daun atau kutu putih.

Solusi: Kendalikan serangga vektor dengan insektisida nabati (misal ekstrak nimba) atau predator. Semprot daun dengan air sabun (1 sdm sabun cair per liter) seminggu sekali.

Busuk Akar (Phytophthora spp., Fusarium spp.)

Ciri: Daun layu mendadak, menguning, akar coklat kehitaman dan berlendir, terutama di lahan tergenang.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman sakit. Perbaiki drainase, buat guludan. Tabur kapur dolomit 200-300 g per lubang tanam.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemantauan rutin setiap minggu, terutama pada musim hujan. Perhatikan perubahan warna daun, bercak, atau layu.
  2. Segera pangkas dan kumpulkan bagian tanaman yang menunjukkan gejala penyakit. Bakar atau kubur dalam untuk mencegah penyebaran.
  3. Perbaiki drainase di sekitar tanaman. Buat saluran air atau guludan agar tidak terjadi genangan yang memicu busuk akar.
  4. Jika serangan sudah meluas, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi fungisida yang tepat. Jangan menggunakan pestisida tanpa label yang jelas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah penyakit bercak daun bisa menular ke tanaman kina lain?

Ya, penyakit bercak daun mudah menular melalui percikan air hujan, angin, atau alat panen yang terkontaminasi. Oleh karena itu, segera pangkas daun sakit dan sterilkan alat panen.

Bagaimana cara alami mengatasi embun jelaga pada kina?

Kendalikan kutu daun atau kutu putih dengan menyemprotkan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) atau ekstrak daun nimba. Jika embun jelaga sudah menebal, semprot dengan larutan baking soda (1 sendok per liter) seminggu sekali.

Kapan waktu terbaik untuk menanam kina agar terhindar dari penyakit?

Tanam di awal musim hujan (Oktober-November) agar tanaman cukup air, namun pastikan drainase baik. Hindari menanam saat puncak hujan (Januari-Februari) karena risiko busuk akar tinggi.

Apakah kina yang terserang busuk akar masih bisa diselamatkan?

Jika busuk akar sudah parah (akar hitam, daun layu permanen), sebaiknya cabut dan musnahkan. Jika masih awal, potong akar busuk, rendam dalam larutan fungisida (sesuai label), lalu tanam kembali di lahan yang sudah diperbaiki drainasenya.

Apa yang menyebabkan daun kina menguning?

Penyebabnya bisa karena kekurangan unsur hara (terutama nitrogen atau magnesium), serangan penyakit akar, atau genangan air. Periksa drainase dan beri pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100-150 gram per pohon setiap 3 bulan.

Bisakah kina ditanam di pekarangan rumah?

Bisa, asalkan lahan cukup luas (minimal 3x3 meter per pohon), mendapat sinar matahari penuh, dan drainase baik. Namun, perawatan penyakit lebih intensif karena sirkulasi udara terbatas.

Lebih lanjut tentang Kina

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.