Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp. atau Cercospora spp. Gejalanya berupa bercak tidak beraturan, coklat kehitaman, seringkali dengan tepi kuning. Penyakit ini menyebar melalui percikan air hujan atau alat panen yang tidak steril. Pengendalian dimulai dengan sanitasi kebun, pemangkasan daun sakit, dan perbaikan drainase. Untuk pengendalian kimiawi, gunakan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label dan konsultasi dengan penyuluh BPP setempat.
Embun jelaga disebabkan oleh jamur Capnodium spp. yang tumbuh pada embun madu (honeydew) dari serangan kutu daun atau kutu putih. Gejalanya adalah lapisan hitam seperti jelaga pada permukaan daun yang menghambat fotosintesis. Pengendalian utama adalah mengendalikan vektor serangga dengan insektisida nabati atau predator alami. Jika embun jelaga sudah tebal, semprot dengan air sabun atau larutan baking soda (1 sendok per liter) secara rutin seminggu sekali.
Busuk akar disebabkan oleh jamur Phytophthora spp. atau Fusarium spp. yang menyerang akar akibat drainase buruk atau genangan air. Gejala: daun layu mendadak, menguning, dan akar berwarna coklat kehitaman serta berlendir. Langkah pencegahan adalah membuat guludan atau bedengan tinggi, memperbaiki drainase, dan menghindari penanaman di lahan bekas terserang. Untuk tanaman terserang, cabut dan musnahkan, lalu taburkan kapur dolomit pada lubang tanam (200-300 gram per lubang) untuk menekan jamur.