Pilih bibit kapuk unggul dari pohon induk berumur 5-10 tahun dengan produksi tinggi. Perbanyakan dapat melalui biji atau cangkok. Biji direndam air hangat (50°C) selama 12 jam lalu disemai di polybag berisi campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). Setelah 2-3 bulan, bibit setinggi 30-50 cm siap tanam di lahan. Lahan diolah dengan membersihkan gulma dan membuat lubang tanam 40x40x40 cm dengan jarak 8x8 m (untuk perkebunan) atau 10x10 m (untuk lahan luas). Beri pupuk dasar 2-3 kg pupuk kandang per lubang.
Penanaman dilakukan di awal musim hujan (Oktober-Desember) agar bibit mendapat cukup air. Siram bibit setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2-3 kali seminggu hingga tanaman berumur 3 bulan. Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan dengan pupuk NPK 15-15-15 dosis 200-300 gram per pohon untuk tanaman muda, dan 500-1000 gram per pohon untuk tanaman dewasa (umur >2 tahun). Pangkas cabang yang tumbuh rendah (di bawah 1,5 m) dan cabang sakit untuk membentuk tajuk yang baik.
Kapuk mulai berbunga pada umur 3-4 tahun, dan panen raya terjadi pada umur 5-6 tahun. Buah kapuk siap panen saat berwarna coklat kehitaman dan retak, biasanya pada musim kemarau (Juli-September). Panen dilakukan dengan memetik buah atau memotong tandan buah menggunakan galah. Buah dijemur hingga pecah, lalu serat kapuk dipisahkan dari biji. Produksi rata-rata 15-30 kg serat per pohon per tahun. Serat kering disimpan di tempat kering dan bersih.