Pilih bibit unggul dari pohon induk yang sudah berumur >10 tahun dan terbukti menghasilkan resin. Bibit bisa berasal dari biji (disemai 2–3 bulan) atau sambung pucuk. Sebelum tanam, beri pupuk dasar berupa 10 kg pupuk kandang matang per lubang. Tanam bibit saat sore hari, padatkan tanah di sekitar pangkal batang, lalu siram secukupnya. Pada 2 tahun pertama, lakukan penyiangan rutin setiap 2 bulan dan pemupukan NPK 15:15:15 sebanyak 200 gram per pohon setiap 6 bulan.
Pohon gaharu mulai bisa diinokulasi pada usia 5–7 tahun dengan diameter batang minimal 15 cm. Teknik inokulasi yang umum adalah dengan mengebor lubang sedalam 5–10 cm, lalu memasukkan bibit jamur Fusarium sp. atau menggunakan inokulan komersial. Proses pembentukan resin berlangsung 1–3 tahun setelah inokulasi. Panen resin dilakukan dengan memotong bagian batang yang menghitam atau mengeluarkan aroma harum. Produksi resin per pohon bervariasi, rata-rata 0,5–2 kg.
Pasca panen, resin dikeluarkan dari kayu dengan cara dikerok atau direndam. Kayu gaharu berkualitas tinggi (grade super) dapat dijual dengan harga Rp5–15 juta per kg. Untuk hasil optimal, lakukan inokulasi bertahap pada beberapa titik batang. Jaga kelembaban tanah dan lakukan pemangkasan cabang tidak produktif. Hama utama adalah ulat daun dan rayap yang dapat dikendalikan dengan insektisida nabati atau memasang perangkap.