Bibit sisal berasal dari anakan (offsets) atau bulbils yang dipisahkan dari tanaman induk. Pilih anakan yang sudah berumur 6-12 bulan dengan tinggi 30-40 cm dan memiliki minimal 3 helai daun. Sebelum tanam, bibit dijemur selama 2-3 hari di tempat teduh untuk mengurangi kadar air dan mencegah busuk. Lubang tanam dibuat berukuran 30x30x30 cm, kemudian beri pupuk kandang matang sebanyak 1-2 kg per lubang dan campur dengan tanah. Tanam bibit tepat di tengah lubang dengan kedalaman leher batang sejajar permukaan tanah, lalu padatkan tanah di sekitarnya.
Perawatan rutin meliputi penyiangan gulma setiap 1-2 bulan sekali, terutama pada tahun pertama. Pemupukan susulan dilakukan 3 bulan setelah tanam dengan pupuk NPK 15-15-15 dosis 100 gram per tanaman, diulang setiap 6 bulan. Pada musim kemarau, beri mulsa organik dari jerami atau daun kering setebal 5-10 cm untuk menjaga kelembaban tanah. Sisal tidak memerlukan banyak air, cukup siram 1-2 minggu sekali jika tidak hujan. Pemangkasan daun kering atau terserang hama perlu dilakukan untuk merangsang pertumbuhan daun baru.
Panen sisal dimulai saat tanaman berumur 3-4 tahun, ditandai dengan daun terbawah yang mulai menguning dan mengering. Panen dilakukan dengan memotong daun dari pangkalnya menyisakan 20-30 cm dari titik tumbuh, menggunakan pisau tajam. Setiap tanaman menghasilkan 20-30 daun per tahun, dan panen dapat dilakukan setiap 6-8 bulan sekali. Setelah dipanen, daun segera diekstraksi seratnya dengan cara dikikis atau menggunakan mesin dekortikator. Tanaman sisal produktif hingga 8-10 tahun, kemudian perlu diremajakan dengan bibit baru.