Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan lahan dari gulma dan semak belukar. Buat lubang tanam berukuran 40x40x40 cm dengan jarak tanam 8x8 meter atau 10x10 meter, tergantung kesuburan tanah. Beri pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 5–10 kg per lubang, campur dengan tanah galian, lalu biarkan lubang terbuka selama 2–4 minggu sebelum tanam. Bibit damar yang baik berasal dari biji atau stek dengan tinggi minimal 30 cm. Sebelum tanam, rendam bibit dalam larutan fungisida alami (misal ekstrak bawang putih) selama 15 menit untuk mencegah jamur akar.
Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas. Buka polybag bibit dengan hati-hati, letakkan bibit tepat di tengah lubang, lalu timbun dengan tanah campuran pupuk kandang hingga pangkal batang. Padatkan tanah perlahan dan siram secukupnya. Beri naungan sementara dari daun kelapa atau paranet 50% selama 2–3 bulan pertama untuk mengurangi stres tanaman. Pasang ajir bambu setinggi 1 meter di samping bibit untuk menjaga batang tetap tegak. Penyiraman dilakukan setiap hari pada minggu pertama, lalu dikurangi menjadi 2–3 kali seminggu hingga tanaman berumur 6 bulan.
Perawatan rutin meliputi penyiangan gulma setiap 2–3 bulan, pemupukan susulan dengan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 200–300 gram per pohon setiap 6 bulan, dan pemangkasan cabang liar di bawah 2 meter untuk merangsang pertumbuhan batang utama. Hama utama adalah ulat daun dan kutu putih, yang dapat dikendalikan dengan semprotan air sabun atau insektisida nabati (misal ekstrak mimba). Penyakit jamur akar dapat dicegah dengan drainase yang baik. Getah damar mulai bisa dipanen setelah pohon berumur 8–10 tahun dengan cara menyadap batang menggunakan parang khusus. Produksi getah akan meningkat seiring umur pohon, mencapai puncak pada umur 15–20 tahun.