Cekaman kekeringan memaksa pohon kemiri merontokkan daun tua yang menguning untuk mengurangi laju transpirasi dan mempertahankan pasokan air ke pucuk muda. Selain air, kelangkaan unsur hara makro seperti nitrogen di dalam tanah yang kering juga memicu klorosis, di mana pembentukan klorofil terhenti dan mengubah warna hijau segar menjadi kuning pucat merata.
Serangan hama pengisap seperti tungau merah dan kutu daun sering meluas tajam saat udara kering pada musim kemarau. Hama ini menusuk jaringan sel daun kemiri dan mengisap cairan tanaman, menyisakan bintik-bintik kuning mengelompok yang lambat laun membuat helaian daun mengering dan mengerut secara tidak normal.
Pemulihan tanaman kemiri yang mengalami gejala daun kuning membutuhkan intervensi terpadu selama 30 hingga 60 hari. Kombinasi pemberian air 15 sampai 20 liter per piringan pohon setiap tiga hari sekali, penambahan 10 hingga 15 kg pupuk organik matang, serta pembersihan gulma di sekitar batang akan mengembalikan kesegaran tajuk kemiri secara bertahap.