Penyakit Kemiri saat Musim Hujan: Gejala dan Cara Mengobatinya

Penyakit kemiri yang dipicu oleh jamur dan bakteri dapat diatasi secara efektif dengan penanganan sanitasi kebun, perbaikan drainase, serta pemangkasan tajuk yang tepat.

Jawaban singkat

Memasuki puncak musim hujan pada bulan November hingga Maret di Indonesia, kebun kemiri (Aleurites moluccanus) sering kali menghadapi ancaman serangan penyakit jamur dan bakteri akibat kelembapan udara yang melebihi 85 persen. Curah hujan yang tinggi, melebihi 2000 mm per tahun tanpa drainase yang baik, menciptakan lingkungan ideal bagi spora patogen tular tanah dan tular udara untuk berkembang pesat. Pohon kemiri yang tertanam pada jarak rapat kurang dari 10 meter x 10 meter sangat rentan mengalami penurunan produktivitas hingga 40 persen jika penyakit tidak terdeteksi sejak gejala awal.

Ringkas: Kemiri

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Sedang, butuh pengairan teratur di fase bibit dan toleran kekeringan saat dewasa
Musim
Awal musim hujan untuk penanaman
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kunci keberhasilan awal ada pada pemecahan dormansi cangkang biji saat persemaian.

Salah satu masalah utama yang sering dijumpai adalah penyakit jamur upas dan bercak daun cercospora. Jamur upas menyerang kulit cabang serta batang kemiri, ditandai dengan lapisan miselium halus berwarna merah jambu yang lambat laun mematikan jaringan pembuluh kayu. Sementara itu, bercak daun cercospora memicu gugur daun prematur yang mengganggu proses fotosintesis tanaman. Pengendalian mekanis melalui pemangkasan pemeliharaan sebanyak 20 sampai 30 persen dari total ranting rimbun terbukti efektif menurunkan kelembapan mikro di sekitar tajuk.

Pengelolaan kesehatan tanah di piringan pohon kemiri merupakan kunci pencegahan busuk akar yang disebabkan oleh patogen Phytophthora. Petani disarankan membuat parit drainase keliling berukuran lebar 30 cm dan kedalaman 40 hingga 50 cm untuk mencegah air menggenang di sekitar leher akar selama lebih dari 24 jam. Pemberian bahan organik seperti kompos matang sebanyak 15 sampai 20 kg per pohon yang diperkaya mikroba antagonis secara berkala setiap awal dan akhir musim hujan akan memperkuat perakaran tanaman dari serangan patogen.

Pengamatan rutin setiap satu minggu sekali pada musim hujan sangat dianjurkan untuk mendeteksi munculnya gejala awal infeksi pada daun dan batang kemiri. Apabila ditemukan bagian tanaman yang menunjukkan gejala parah, tindakan pemotongan bagian terinfeksi hingga 10 cm ke jaringan sehat harus segera dilakukan. Sisa-sisa pangkasan dan guguran daun sakit tidak boleh dibiarkan menumpuk di area kebun, melainkan harus dikumpulkan dan dimusnahkan jauh dari lokasi penanaman utama.

Penyebab & Cara Mengatasi

Jamur Upas (Corticium salmonicolor)

Ciri: Tampak kerak atau miselium berwarna merah jambu pada permukaan kulit batang atau cabang, kulit pecah-pecah, dan cabang mengering layu.

Solusi: Kerok bagian kulit yang terinfeksi atau pangkas cabang yang mati, lalu olesi luka pangkasan dengan bubur Bordeaux atau cat penutup luka tanaman.

Bercak Daun Cercospora (Cercospora sp.)

Ciri: Terdapat bercak-bercak melingkar berwarna cokelat kehitaman dengan tepi kekuningan pada permukaan daun muda maupun tua.

Solusi: Lakukan pemangkasan penjarangan tajuk agar sinar matahari masuk dan semprotkan agens hayati pengendalinya secara berkala.

Busuk Akar dan Leher Batang (Phytophthora sp.)

Ciri: Daun menguning secara serentak, tajuk layu mendadak, dan pangkal batang mengeluarkan cairan berwarna gelap berbau busuk.

Solusi: Perbaiki sistem drainase lahan agar tidak ada air menggenang, serta taburkan mikroba antagonis Trichoderma sp. pada piringan pohon.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi kebun dengan mengumpulkan seluruh daun, buah, dan ranting kemiri yang gugur akibat penyakit, lalu bakar atau kubur di luar area perkebunan.
  2. Pangkas cabang-cabang tanaman yang saling bergesekan, bersilang, atau terlalu rimbun untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari hingga ke bagian dalam tajuk.
  3. Buat dan bersihkan parit-parit drainase di antara barisan tanaman kemiri sedalam 40 cm agar air hujan mengalir lancar dan tidak menggenangi perakaran.
  4. Aplikasikan agens hayati seperti Trichoderma sp. yang dicampur dengan kompos matang ke area perakaran dengan dosis sesuai arahan petunjuk kemasan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa penyakit kemiri lebih sering mengganas saat musim hujan?

Kelembapan udara yang tinggi dan genangan air saat musim hujan mempercepat perkecambahan spora jamur serta mempermudah penyebaran patogen melalui percikan air.

Apakah pohon kemiri yang terserang jamur upas masih bisa diselamatkan?

Masih bisa diselamatkan jika infeksi belum memutusi seluruh lingkaran pembuluh kayu pada batang utama dengan cara mengerok bagian sakit dan memberi pelapis perlindungan.

Berapa kali pemangkasan sanitasi kemiri harus dilakukan dalam setahun?

Pemangkasan pemeliharaan dan sanitasi sebaiknya dilakukan minimal dua kali sehari menjelang masuknya musim hujan dan di pertengahan musim hujan.

Apakah pupuk organik bisa membantu meredakan serangan penyakit busuk akar kemiri?

Bisa, kompos yang matang sempurna dan diperkaya mikroba antagonis seperti Trichoderma sp. mampu menekan pertumbuhan patogen penyebab busuk akar di dalam tanah.

Bagaimana tanda awal tanaman kemiri kekurangan nutrisi vs terserang penyakit?

Kekurangan nutrisi umumnya menunjukkan pola perubahan warna daun yang simetris tanpa adanya jaringan mati yang membusuk, sedangkan serangan penyakit menghasilkan bercak tidak beraturan atau pembusukan basah.

Lebih lanjut tentang Kemiri

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.