Defisiensi hara Nitrogen (N) dan Kalium (K) merupakan penyebab non-patogen utama yang paling sering dijumpai pada tanah berpasir atau lahan perkebunan minim bahan organik. Tanaman kelapa dewasa membutuhkan asupan bahan organik seperti pupuk kandang matang sebanyak 20 sampai 30 kilogram per pohon yang diberikan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Saat musim kemarau tiba, penyerapan unsur hara ini terhambat akibat menurunnya kelembapan tanah di sekitar area perakaran.
Faktor biologis seperti serangan hama kutu perisai (Aspidiotus destructor) dan tungau daun juga meningkat pesat ketika kelembapan udara berada di bawah 60 persen selama musim kemarau. Hama-hama ini mengisap cairan sel daun dari permukaan bawah, menyebabkan terbentuknya bintik-bintik kuning yang lambat laun menyatu hingga seluruh anak daun mengering dan berwarna cokelat keabuan.
Manajemen piringan pohon dan pemulsaan menjadi kunci utama pemulihan kondisi tanaman di daerah beriklim tropis. Pembersihan gulma dalam radius 1,5 hingga 2 meter dari pangkal batang serta penutupan permukaan tanah menggunakan mulsa organik setebal 10 sentimeter membantu menahan penguapan air tanah. Penyiraman tambahan sebanyak 20 hingga 30 liter air per pohon muda yang dilakukan dua kali seminggu sangat disarankan untuk menjaga kesegaran pelepah.





