Stres kekeringan terjadi ketika curah hujan turun di bawah 100 mm per bulan selama 3 bulan berturut-turut. Pada kondisi ini, sistem perakaran kelapa di kedalaman 0 hingga 60 cm mengalami kelangkaan air, sehingga proses translokasi hara terhenti total dan menyebabkan daun tua berubah warna kuning kecokelatan secara cepat.
Selain faktor cuaca, kelapa layu juga dipicu oleh serangan hama penggerek umbut atau kumbang sagu serta infeksi jamur Phytophthora palmivora. Musim kemarau yang panas mempercepat siklus hidup hama, di mana larva merusak jaringan titik tumbuh di bagian pucuk sehingga pasokan nutrisi ke pelepah muda terputus sepenuhnya.
Untuk mengendalikan masalah ini, langkah pemulihan harus fokus pada pemberian mulsa organik setebal 10 hingga 15 cm di sekeliling piringan pohon sejauh 1,5 meter dari batang. Lakukan penyiraman berkala sebanyak 30 sampai 50 liter air per pohon muda setiap 3 hari sekali serta jaga kebersihan area piringan dari tumpukan sampah tajuk tua.






