Persiapan lahan diawali dengan pembuatan lubang tanam berukuran 60x60x60 cm hingga 80x80x80 cm minimal 1 bulan sebelum penanaman. Campurkan tanah bagian atas galian dengan 10 hingga 15 kg pupuk kandang matang dan 200 gram pupuk fosfat sebagai pembenah tanah dasar. Penggunaan jarak tanam yang disarankan adalah 9x9 meter untuk kelapa dalam dan 7x7 meter untuk kelapa genjah dengan sistem segitiga sama sisi agar penerimaan sinar matahari optimal.
Pada tahun pertama penanaman, penyiraman dilakukan secara teratur 1 hingga 2 kali sehari selama musim kemarau untuk mencegah bibit mengalami stres kekeringan. Piringan di sekeliling pangkal batang seluas radius 1,5 meter harus dibersihkan secara rutin dari gulma dan rumput liar setiap 2 bulan sekali. Penambahan mulsa dari sabut kelapa di sekitar piringan sangat efektif untuk mempertahankan kelembapan tanah.
Pemupukan susulan dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan (sekitar bulan April dan Oktober). Pohon kelapa genjah umumnya mulai belajar berbuah pada umur 3 hingga 4 tahun, sedangkan kelapa dalam berbuah pada umur 5 hingga 7 tahun. Pemanenan dapat dilakukan secara berkala setiap 30 hingga 45 hari sekali sesuai kriteria kematangan buah yang diinginkan.





