Saat tanaman memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM) umur 4 tahun ke atas, kebutuhan unsur hara Kalium meningkat drastis untuk mendukung pembentukan daging buah, pembesaran tempurung, dan kualitas air kelapa. Pemberian pupuk tunggal seperti Urea, SP-36, KCl, dan Kiserit disesuaikan dengan umur tanaman. Sebagai gambaran, pupuk KCl diberikan sebanyak 1,5 hingga 2,5 kg per pohon per tahun yang dibagi dalam 2 tahap aplikasi, yaitu pada bulan April-Mei dan Oktober-November.
Metode aplikasi pemupukan kelapa sangat menentukan efisiensi penyerapan nutrisi oleh akar rambut tanaman. Pembuatan alur melingkar (trenching) selebar 20 cm dengan kedalaman 15 cm di bawah kanopi terluar daun atau sekitar 1,5 sampai 2 meter dari batang merupakan cara terbaik. Setelah pupuk ditabur merata di dalam alur tersebut, benamkan dan tutup kembali menggunakan tanah bekas galian guna mencegah penguapan Nitrogen serta erosi hara akibat sapuan air hujan.
Selain pupuk anorganik, pemberian bahan organik berupa pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 20 sampai 40 kg per pohon per tahun sangat dianjurkan. Bahan organik berfungsi memperbaiki struktur tanah pasiran dan meningkatkan kapasitas ikat air. Aplikasi pupuk mikro mengandung Boron sebanyak 50 hingga 100 gram per pohon per tahun juga penting diberikan untuk mencegah kelainan pertumbuhan daun muda memendek dan kegagalan pembuahan.





