Penanaman bibit unggul bersertifikat umur 12 hingga 14 bulan dari pembibitan utama dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober atau November. Sebelum bibit dimasukkan, dasar lubang tanam diberi pupuk dasar fosfat sebanyak 200 sampai 250 gram serta 5 hingga 10 kg pupuk organik matang. Kantong plastik polybag dipotong secara perlahan agar bola tanah tidak pecah, lalu bibit ditimbun dengan tanah topsoil dan dipadatkan secara merata.
Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) berlangsung dari umur 1 hingga 3 tahun dan membutuhkan perawatan intensif. Kegiatan kastrasi atau pembuangan bunga jantan dan betina pertama dilakukan rutin setiap 1 bulan sekali mulai umur 12 hingga 20 bulan agar nutrisi terfokus pada pertumbuhan batang dan akar. Pemupukan makro dilakukan 2 hingga 3 kali semahun sesuai jadwal musim hujan, disertai pembersihan piringan radius 1,5 sampai 2 meter dari pangkal batang setiap 2 bulan sekali.
Memasuki masa Tanaman Menghasilkan (TM) pada umur 30 hingga 36 bulan, panen perdana mulai dapat dijalankan dengan rotasi 7 hingga 10 hari sekali. Kriteria matang panen yang ideal ditandai dengan perubahan warna buah menjadi oranye kemerahan serta jatuhnya 1 sampai 2 brondolan segar per kilogram bobot tandan ke piringan. Pemangkasan pelepah tua harus disisakan minimal 2 pelepah di bawah tandan buah (songgo dua) untuk menjaga laju fotosintesis tanaman.





