Perawatan rutin meliputi pemupukan 2 kali setahun (awal dan akhir musim hujan) menggunakan NPK 15-15-15 dosis sesuai umur tanaman: untuk TBM (tanaman belum menghasilkan) tahun pertama 0,5 kg/pohon, meningkat tiap tahun hingga 2 kg/pohon pada tahun ke-3. Penyiangan dilakukan setiap 3 bulan pada piringan (radius 1,5 m dari pohon). Pengendalian hama seperti ulat api (Setothosea asigna) dengan penyemprotan Bacillus thuringiensis atau pemasangan perangkap feromon. Pemangkasan pelepah kering dilakukan setiap 6 bulan untuk memudahkan panen.
Tanaman kelapa sawit mulai menghasilkan buah pada umur 30-36 bulan setelah tanam. Tanda buah matang adalah warna buah berubah dari hitam menjadi oranye kemerahan dan beberapa buah jatuh (brondolan). Panen dilakukan setiap 7-14 hari tergantung musim. Gunakan dodos atau egrek untuk memotong tandan buah segar (TBS). Pastikan TBS dipanen saat rendemen minyak maksimal, yaitu 20-22% untuk buah matang. Sortasi buah dilakukan di tempat pengumpulan hasil (TPH) untuk memisahkan buah mentah dan busuk.
Pasca panen, TBS segera diangkut ke pabrik dalam 24 jam untuk menjaga kualitas minyak. Produktivitas optimal pohon sawit dewasa (umur 7-15 tahun) mencapai 20-25 ton TBS/hektar/tahun. Setelah umur 25 tahun, produktivitas menurun dan dianjurkan peremajaan. Pastikan drainase lahan baik, terutama saat musim hujan, untuk mencegah genangan yang menyebabkan akar busuk. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pupuk spesifik lokasi.