Pengendalian gulma dan piringan pokok (weeding) adalah kunci utama menjaga kesehatan tanaman sawit dari persaingan unsur hara. Lakukan penyiangan secara manual atau mekanis di sekitar piringan selebar dua meter dari pangkal batang secara rutin setiap bulan sekali. Hindari penyiangan total di lorong antar-tanaman untuk menjaga kelembapan tanah dan mencegah erosi, terutama pada lahan bergelombang di perkebunan Sumatera dan Kalimantan.
Sanitasi pelepah dan kastrasi pada tanaman belum menghasilkan (TBM) sangat menentukan kualitas pokok di masa depan. Kastrasi atau pembuangan bunga muda dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali pada tanaman berusia 12 hingga 20 bulan agar nutrisi terfokus pada pertumbuhan vegetatif batang dan daun. Pemangkasan pelepah atau prunned dilakukan secukupnya saat panen untuk menyisakan jumlah pelepah ideal sekitar 40 hingga 48 helai per pohon.
Manajemen panen buah sawit (TBS) harus dilakukan pada tingkat kematangan optimal dengan drajat brondolan yang sesuai standar pabrik. Gunakan alat potong tajam seperti dodos untuk tanaman rendah dan egrek untuk tanaman tinggi agar tidak merusak pelepah pendukung tandan. Angkut buah segar ke tempat pengumpulan hasil pada hari yang sama untuk menghindari peningkatan asam lemak bebas yang dapat merugikan harga jual di pabrik kelapa sawit.