Pemupukan berimbang dilakukan 2 hingga 3 kali dalam setahun, utamanya pada awal dan akhir musim hujan saat kelembapan tanah optimal. Tanaman menghasilkan membutuhkan kombinasi pupuk nitrogen, fosfor, kalium, dan magnesium dengan dosis sekitar 2 hingga 2,5 kg per pohon per aplikasi yang ditabur merata melingkar di area piringan.
Pemangkasan pelepah atau pruning secara teratur sangat penting untuk menjaga jumlah pelepah ideal, yaitu 48 hingga 56 pelepah pada tanaman muda dan 40 hingga 48 pelepah pada tanaman dewasa. Pemangkasan dilakukan setiap 6 bulan sekali menggunakan dodos atau egrek dengan menerapkan prinsip menyisakan 2 pelepah di bawah tandan buah matang.
Sanitasi kebun dan pembuatan rorak berukuran panjang 2 meter, lebar 0,5 meter, dan kedalaman 0,5 meter di gawangan mati sangat efektif menampung air hujan serta mengumpulkan pelepah lapuk. Pengamatan hama ulat pemakan daun dan kumbang tanduk perlu dilakukan setiap 2 minggu sekali agar potensi serangan dapat diantisipasi secara dini.





