Kelapa Sawit, Cara Merawat Kelapa Sawit Agar Subur dan Berbuah Lebat
Kawê Rodrigues / Pexels

Cara Merawat Kelapa Sawit Agar Subur dan Berbuah Lebat

Perawatan kelapa sawit secara terpadu meliputi pemupukan berimbang, penyiangan piringan, pemangkasan pelepah, serta pembuatan rorak untuk menjaga kesuburan tanah sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Pemeliharaan piringan atau siringan kelapa sawit dengan radius 1,5 hingga 2 meter dari pangkal batang harus dibersihkan secara rutin setiap 2 bulan sekali pada musim hujan dan 3 bulan sekali pada musim kemarau. Penyiangan gulma di area gawangan mati juga perlu dilakukan 3 kali dalam setahun untuk mengurangi kompetisi hara dan mempermudah pengutipan brondolan.

Ringkas: Kelapa Sawit

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 5 jam sinar matahari langsung per hari)
Penyiraman
Butuh curah hujan 1500-2500 mm/tahun; genangan air tidak boleh lebih dari 3 hari
Musim
Sepanjang tahun, tanam awal musim hujan (Oktober-Desember)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pemeliharaan intensif pada 3 tahun pertama sangat menentukan produktivitas selanjutnya.

Pemupukan berimbang dilakukan 2 hingga 3 kali dalam setahun, utamanya pada awal dan akhir musim hujan saat kelembapan tanah optimal. Tanaman menghasilkan membutuhkan kombinasi pupuk nitrogen, fosfor, kalium, dan magnesium dengan dosis sekitar 2 hingga 2,5 kg per pohon per aplikasi yang ditabur merata melingkar di area piringan.

Pemangkasan pelepah atau pruning secara teratur sangat penting untuk menjaga jumlah pelepah ideal, yaitu 48 hingga 56 pelepah pada tanaman muda dan 40 hingga 48 pelepah pada tanaman dewasa. Pemangkasan dilakukan setiap 6 bulan sekali menggunakan dodos atau egrek dengan menerapkan prinsip menyisakan 2 pelepah di bawah tandan buah matang.

Sanitasi kebun dan pembuatan rorak berukuran panjang 2 meter, lebar 0,5 meter, dan kedalaman 0,5 meter di gawangan mati sangat efektif menampung air hujan serta mengumpulkan pelepah lapuk. Pengamatan hama ulat pemakan daun dan kumbang tanduk perlu dilakukan setiap 2 minggu sekali agar potensi serangan dapat diantisipasi secara dini.

Langkah-langkah

  1. Bersihkan area piringan pohon dari gulma dan brondolan terperangkap secara teratur.
  2. Aplikasikan pupuk anorganik dan organik secara teratur sesuai jadwal pada awal dan akhir musim hujan.
  3. Lakukan pemangkasan pelepah tua atau kering dengan menyisakan dua pelepah di bawah tandan buah.
  4. Buat parit drainase atau rorak di antara barisan tanaman untuk memanen air hujan dan menahan erosi tanah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu paling tepat untuk memupuk kelapa sawit?

Waktu terbaik adalah pada awal dan akhir musim hujan saat tanah dalam kondisi lembap, menghindari puncak curah hujan tinggi agar pupuk tidak terhanyut erosi.

Berapa jumlah pelepah ideal pada kelapa sawit menghasilkan?

Jumlah pelepah ideal pada tanaman menghasilkan adalah berkisar antara 40 hingga 48 pelepah per pohon.

Apa fungsi pembuatan rorak di perkebunan kelapa sawit?

Rorak berfungsi menampung air hujan, mengendalikan erosi tanah, serta menjadi tempat penampungan pelepah bekas pangkasan agar menjadi kompos.

Bagaimana cara mengatasi buah sawit yang tidak jadi atau landak?

Kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan meningkatkan populasi serangga penyerbuk dan mengaplikasikan pupuk mikro seperti Boron sesuai kebutuhan.

Mengapa pembersihan piringan tanaman sawit sangat penting?

Piringan yang bersih mempermudah aplikasi pemupukan, mempermudah pengutipan brondolan, serta menguraikan kompetisi penyerapan air dan hara dari gulma.

Lebih lanjut tentang Kelapa Sawit

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.