Kelapa Sawit, Panduan Pemupukan Kelapa Sawit yang Tepat per Fase Pertumbuhan
Kawê Rodrigues / Pexels

Panduan Pemupukan Kelapa Sawit yang Tepat per Fase Pertumbuhan

Pemupukan kelapa sawit yang berimbang sesuai fase TBM dan TM merupakan kunci utama memaksimalkan hasil tandan buah segar dan menjaga produktivitas lahan.

Jawaban singkat

Pemupukan kelapa sawit harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman agar hara terserap optimal dan tidak terbuang sia-sia. Di wilayah Indonesia dengan iklim tropis basah, pemupukan umumnya dibagi menjadi dua periode utama per tahun, yaitu pada awal musim hujan (sekitar Maret hingga Mei) dan menjelang akhir musim hujan (sekitar September hingga November). Hindari memupuk pada puncak musim hujan dengan curah hujan di atas 300 mm per bulan untuk mencegah pembilasan hara, serta saat kemarau panjang ketika kadar air tanah sangat rendah.

Ringkas: Kelapa Sawit

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 5 jam sinar matahari langsung per hari)
Penyiraman
Butuh curah hujan 1500-2500 mm/tahun; genangan air tidak boleh lebih dari 3 hari
Musim
Sepanjang tahun, tanam awal musim hujan (Oktober-Desember)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pemeliharaan intensif pada 3 tahun pertama sangat menentukan produktivitas selanjutnya.

Pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) umur 0 hingga 36 bulan, pemupukan difokuskan untuk memicu pertumbuhan akar, batang, dan pembentukan tajuk yang kokoh. Frekuensi pemupukan dilakukan 3 hingga 4 kali dalam setahun dengan dosis yang bertahap. Pada tahun pertama, berikan sekitar 0,25 kg Urea, 0,25 kg SP-36, dan 0,2 kg KCl per pohon yang dibagi dalam beberapa aplikasi, lalu tingkatkan secara bertahap hingga 1,0 hingga 1,5 kg per jenis pupuk per pohon per tahun pada tahun ketiga. Aplikasi pupuk TBM dilakukan dengan menabur merata di piringan bersih dengan radius 50 hingga 150 cm dari pangkal batang.

Memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM) atau umur di atas 3 tahun, kebutuhan hara bergeser pada peningkatan bobot Tandan Buah Segar (TBS) dan pembentukan bunga. Pupuk difokuskan pada hara Kalium (K) dan Nitrogen (N), diselingi Magnesium (Mg) dan Fosfor (P). Dosis tahunan rata-rata untuk sawit TM berkisar antara 2,0 hingga 2,5 kg Urea, 1,5 hingga 2,0 kg Rock Phosphate, 2,5 hingga 3,0 kg KCl, dan 1,0 hingga 1,5 kg Kieserit per pohon. Aplikasi dilakukan 2 kali setahun pada piringan luar atau proyeksi tajuk daun dengan radius 2 hingga 3 meter dari batang, tempat keberadaan akar rambut aktif.

Selain hara makro, tanaman sawit pada fase TM juga memerlukan unsur hara mikro seperti Boron dengan dosis 0,05 hingga 0,1 kg per pohon per tahun yang ditabur di ketiak pelepah atau piringan dekat batang. Untuk meningkatkan efisiensi pemupukan kimia, kombinasikan dengan pemberian janjang kosong (jangkos) sebanyak 200 hingga 300 kg per pohon per tahun sebagai penutup tanah dan sumber bahan organik. Praktik ini sangat membantu menjaga kelembapan tanah di musim kemarau serta memperbaiki struktur tanah secara berkelanjutan.

Langkah-langkah

  1. Pembersihan Piringan dan Gawangan: Bersihkan piringan pohon dari gulma dan gulungan rumput dalam radius 1,5 hingga 3 meter sebelum pupuk ditabur.
  2. Pemeriksaan Kondisi Tanah dan Cuaca: Pastikan tanah dalam kondisi lembap dan tidak memupuk saat hujan lebat atau kemarau ekstrem.
  3. Aplikasi Pupuk Makro Sesuai Dosis Fase: Tebar pupuk secara melingkar merata di area piringan luar (ujung tajuk) sesuai umur tanaman (TBM atau TM).
  4. Aplikasi Hara Mikro dan Organik Tambahan: Berikan pupuk mikro di ketiak pelepah serta mulsa janjang kosong di piringan luar untuk menjaga kelembapan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk kelapa sawit dalam setahun?

Waktu terbaik adalah pada awal musim hujan (Maret-Mei) dan akhir musim hujan (September-November) saat tanah lembap namun tidak tergenang.

Apa perbedaan utama pemupukan fase TBM dan TM?

Fase TBM memprioritaskan Nitrogen dan Fosfor untuk pertumbuhan vegetatif, sedangkan fase TM memprioritaskan Kalium dan Nitrogen untuk pembentukan tandan buah segar.

Mengapa pupuk tidak boleh ditabur tepat di pangkal batang sawit?

Karena akar aktif penyerap hara terletak di area piringan luar hingga ujung tajuk daun, bukan di dekat pangkal batang utama.

Berapa kali pemupukan sawit dilakukan dalam setahun?

Untuk fase TBM biasanya 3-4 kali setahun, sedangkan untuk fase TM dilakukan 2-3 kali setahun.

Apakah janjang kosong bisa menggantikan pupuk kimia?

Janjang kosong tidak sepenuhnya menggantikan pupuk kimia, tetapi dapat mengurangi kebutuhan pupuk anorganik hingga 20-30% serta meningkatkan retensi air tanah.

Lebih lanjut tentang Kelapa Sawit

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.