Ulat api (Setothosea asigna, Darna trima) menyerang daun dengan meninggalkan sisa epidermis atas yang transparan seperti terbakar. Serangan berat menyebabkan daun mengering dan pelepah patah. Pengendalian: semprotkan insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis atau spinosad pada sore hari sesuai label, atau gunakan musuh alami seperti parasitoid telur (Trichogramma). Pangkas pelepah terserang dan musnahkan.
Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) menyerang titik tumbuh pada bibit dan tanaman muda. Gejala khas: daun menggunting seperti kipas, lubang gerekan pada batang, dan kotoran serbuk gergaji. Pengendalian: kumpulkan dan musnahkan kumbang dewasa secara manual, gunakan feromon perangkap (ethyl 4-methyloctanoate), dan aplikasi Metarhizium anisopliae pada tempat pembiakan (tumpukan kompos, batang lapuk). Sanitasi kebun sangat penting.
Tikus (Rattus tiomanicus) merusak buah dengan gigitan pada pangkal tandan, meninggalkan bekas gigi dan serat buah berserakan. Serangan terjadi terutama pada malam hari. Pengendalian: pasang perangkap bubu atau racun tikus berbahan aktif antikoagulan (warfarin, brodifakum) dalam umpan segar (kelapa parut, ikan asin) di bawah pohon. Lakukan gropyokan massal pada musim buah masak. Rayap (Coptotermes curvignathus) menyerang batang dan akar, menyebabkan daun menguning, batang berlubang, dan mudah roboh. Pengendalian: injeksikan insektisida tanah berbahan aktif fipronil atau imidakloprid ke dalam lubang sarang, atau aplikasi nematoda entomopatogen (Steinernema).