Penyiraman harus disesuaikan secara cermat dengan siklus musim harian di daerah tempat Anda bercocok tanam. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu pada pagi atau sore hari untuk menjaga media tanah tetap lembap namun tidak becek. Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per rumpun setiap 3 hingga 4 bulan sekali guna mendongkrak pembentukan tunas baru dan calon bunga.
Pemeliharaan rutin berupa pemangkasan dan penjarangan rumpun wajib dilakukan minimal setiap 6 bulan sekali. Batasi jumlah batang pada satu rumpun hingga tersisa 8 sampai 12 batang produktif saja agar pasokan nutrisi terfokus pada pembentukan buah. Lakukan pula pembumbunan tanah di sekitar pangkal rumpun setinggi 5 hingga 10 sentimeter untuk menutupi rimpang yang muncul ke permukaan tanah dan memicu pertumbuhan akar baru.
Sanitasi kebun menjadi benteng utama dalam mencegah serangan hama dan penyakit sepanjang tahun. Saat musim hujan tiba, bersihkan seresah daun dan buang tandan buah yang membusuk untuk mencegah penyebaran jamur patogen. Pengawasan ketat pada area pangkal batang harus diperketat agar sirkulasi udara tetap lancar sehingga risiko serangan hama thrips maupun penggerek batang dapat ditekan tanpa mengganggu ekosistem tanah.