Penyebab paling umum adalah defisiensi nitrogen (N). Ciri: daun tua menguning merata, mulai dari pangkal. Solusi: beri pupuk urea dengan dosis sesuai anjuran setempat (konsultasi dengan BPP). Penyebab kedua adalah defisiensi magnesium (Mg): daun menguning di sela tulang daun, mirip tulang ikan. Semprot dengan pupuk MgSO4 (garam Inggris) 1-2 g/L air setiap 2 minggu.
Serangan hama seperti kutu daun (Aphis gossypii) juga menyebabkan daun kuning dan keriting. Ciri: ada koloni kutu di pucuk dan bawah daun, serta embun madu. Semprot dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau abamektin sesuai label. Penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum) menyebabkan daun layu dan kuning pada satu sisi. Jika sudah parah, cabut dan bakar tanaman terserang, lalu rotasi tanaman dengan bukan famili Malvaceae.
Cegah daun kuning dengan pemupukan berimbang sesuai umur tanaman (0-30 HST: pupuk dasar NPK 15-15-15; 30-60 HST: tambah urea). Jaga drainase agar tidak tergenang. Lakukan pemantauan rutin setiap minggu. Jika gejala meluas, segera konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat.