Penyiraman yang konsisten menjadi kunci utama dalam menjaga pertumbuhan vegetatif buni, terutama pada fase bibit muda. Pada musim kemarau, berikan air sebanyak 15 hingga 20 liter per pohon dengan frekuensi dua kali seminggu, sedangkan pada musim hujan pastikan parit drainase dibuat sedalam 30 cm agar air tidak menggenangi area perakaran.
Pemupukan lanjutan dilakukan secara berkala setiap empat bulan sekali untuk menjamin ketersediaan nutrisi makro dan mikro. Aplikasi pupuk kompos sebanyak 15 kg per pohon diberikan pada piringan tajuk, ditambahkan dengan abu gosok atau bahan organik kaya kalium menjelang musim berbunga pada bulan Agustus agar pembentukan buah buni menjadi lebat.
Pemangkasan tajuk perlu dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun, yaitu setelah masa panen berakhir pada bulan Mei dan sebelum pembungaan pada bulan Juli. Langkah ini bertujuan untuk membuang tunas air yang tidak produktif, merangsang percabangan baru, serta memastikan penetrasi sinar matahari mencapai 80 persen ke seluruh bagian dalam piringan tajuk buni.