Pengairan yang teratur merupakan kunci penting dalam menjaga pertumbuhan vegetatif kiwi tetap optimal. Tanaman kiwi membutuhkan penyiraman 1-2 kali sehari sebanyak 5-10 liter air per tanaman pada musim kemarau, tergantung pada tingkat kelembapan tanah. Namun, drainase lahan harus dibuat sangat baik karena genangan air saat puncak musim hujan dapat memicu pembusukan akar secara cepat dan merusak perakaran yang dangkal.
Pemupukan berimbang harus diberikan secara berkala untuk menunjang tajuk perambatan yang masif. Berikan pembenah tanah berupa pupuk kandang matang sebanyak 10-15 kg per tanaman setiap 4 bulan sekali pada area piringan kanopi. Tambahkan pupuk NPK seimbang secara rutin setiap bulan sebanyak 50-100 gram per tanaman untuk menjaga ketersediaan hara makro dan mikro yang dibutuhkan dalam pembentukan daun serta bakal buah.
Karena kiwi merupakan tanaman pemanjat berkayu, pembuatan sistem para-para atau trelis setinggi 1,8-2 meter wajib disiapkan sejak awal tanam. Pemangkasan rutin perlu dilakukan pada musim kemarau untuk membuang tunas air yang tidak produktif, mengatur cabang pembuahan, serta membuka sirkulasi udara dan cahaya matahari ke bagian dalam tajuk agar risiko serangan jamur dapat ditekan.