Cara Merawat Tanaman Kiwi Agar Subur dan Berbuah

Merawat tanaman kiwi di Indonesia membutuhkan pemilihan lokasi dataran tinggi, penanaman pasangan jantan-betina, serta pembuatan sistem para-para yang kokoh agar tumbuh subur.

Jawaban singkat

Budidaya tanaman kiwi (Actinidia deliciosa) di iklim tropis Indonesia memerlukan kondisi lingkungan khusus, yaitu dataran tinggi dengan elevasi minimal 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Suhu udara malam yang dingin berkisar antara 10-15 derajat Celsius sangat dibutuhkan untuk memenuhi akumulasi jam dingin yang merangsang pembentukan bunga. Waktu terbaik untuk memulai penanaman adalah pada awal musim hujan agar perakaran muda mendapatkan suplai air tanah yang cukup sebelum memasuki musim kemarau.

Ringkas: Kiwi

Cahaya
Sinar matahari penuh (6-8 jam per hari)
Penyiraman
Sedang (2-3 hari sekali saat kemarau, jaga drainase)
Musim
Awal musim hujan untuk penanaman
Tingkat Kesulitan
Sulit

Wajib ditanam di dataran tinggi (>1.000 mdpl) dan membutuhkan kombinasi tanaman jantan serta betina.

Pengairan yang teratur merupakan kunci penting dalam menjaga pertumbuhan vegetatif kiwi tetap optimal. Tanaman kiwi membutuhkan penyiraman 1-2 kali sehari sebanyak 5-10 liter air per tanaman pada musim kemarau, tergantung pada tingkat kelembapan tanah. Namun, drainase lahan harus dibuat sangat baik karena genangan air saat puncak musim hujan dapat memicu pembusukan akar secara cepat dan merusak perakaran yang dangkal.

Pemupukan berimbang harus diberikan secara berkala untuk menunjang tajuk perambatan yang masif. Berikan pembenah tanah berupa pupuk kandang matang sebanyak 10-15 kg per tanaman setiap 4 bulan sekali pada area piringan kanopi. Tambahkan pupuk NPK seimbang secara rutin setiap bulan sebanyak 50-100 gram per tanaman untuk menjaga ketersediaan hara makro dan mikro yang dibutuhkan dalam pembentukan daun serta bakal buah.

Karena kiwi merupakan tanaman pemanjat berkayu, pembuatan sistem para-para atau trelis setinggi 1,8-2 meter wajib disiapkan sejak awal tanam. Pemangkasan rutin perlu dilakukan pada musim kemarau untuk membuang tunas air yang tidak produktif, mengatur cabang pembuahan, serta membuka sirkulasi udara dan cahaya matahari ke bagian dalam tajuk agar risiko serangan jamur dapat ditekan.

Langkah-langkah

  1. Persiapan Lahan dan Para-para: Buat tiang pancang atau trelis para-para setinggi 1,8-2 meter yang kokoh, lalu gali lubang tanam berukuran 60x60x60 cm yang telah dicampur pupuk kompos.
  2. Penanaman Berpasangan: Tanam bibit kiwi betina dan jantan secara berdampingan dengan pola jarak tanam 4x5 meter dan rasio 1 pohon jantan untuk setiap 5-8 pohon betina.
  3. Penyiraman dan Pemupukan Berkala: Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak 5-10 liter per hari saat kemarau dan aplikasikan pupuk NPK rutin setiap bulan.
  4. Pemangkasan dan Pengaturan Kanopi: Pangkas ranting yang terlalu rapat, tunas air, dan cabang tua pasca-panen untuk mengarahkan energi tanaman pada pembentukan cabang buah baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kiwi bisa tumbuh dan berbuah di dataran rendah Indonesia?

Kiwi sangat sulit berbuah di dataran rendah karena membutuhkan akumulasi suhu dingin malam hari untuk merangsang fase pembungaan.

Berapa lama tanaman kiwi mulai berbuah sejak ditanam?

Bibit kiwi hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok atau sambung umumnya mulai berbuah pada umur 3 hingga 4 tahun setelah tanam.

Mengapa harus menanam kiwi jantan dan betina bersamaan?

Tanaman kiwi bersifat berumah dua (dioecious), sehingga organ bunga jantan dan betina berada pada pohon yang terpisah dan membutuhkan penyerbukan silang.

Berapa jarak tanam yang ideal untuk budidaya kiwi?

Jarak tanam yang disarankan adalah 4x5 meter agar tajuk tanaman memiliki ruang merambat yang cukup di atas sistem para-para.

Lebih lanjut tentang Kiwi

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.