Persiapan media tanam harus dilakukan 2 minggu sebelum bibit ditanam untuk menetralkan asam tanah. Buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm atau gunakan planter bag ukuran minimal 100 liter untuk penanaman di lahan sempit. Campurkan tanah topsoil, pupuk kandang kambing yang telah terfermentasi matang sebanyak 10 hingga 15 kg per lubang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Media yang poros sangat penting karena akar anggur sangat rentan terhadap genangan air yang memicu pembusukan.
Sistem rambatan harus disiapkan sejak awal penanaman, baik menggunakan sistem teralis pagar maupun sistem para-para gantung setinggi 2 meter. Pada fase vegetatif umur 1 sampai 6 bulan, fokuskan pertumbuhan pada pembentukan batang primer, batang sekunder, dan cabang tersier. Pemangkasan pembuahan dapat dilakukan setelah cabang tersier berwarna cokelat kayu dan berdiameter sebesar pensil (sekitar 6 sampai 8 bulan setelah tanam) dengan memotong cabang pada matun (mata tunas) yang potensial.
Setelah bunga muncul dan berubah menjadi beri kecil setipis biji kacang hijau, lakukan penjarangan buah sebanyak 30% hingga 40% dari total dompolan. Penjarangan ini krusial agar beri anggur dapat berkembang maksimal, tidak berhimpit, dan memiliki sirkulasi udara baik sehingga terhindar dari jamur. Buah anggur umumnya siap dipanen pada umur 90 hingga 100 hari setelah pemangkasan, ditandai dengan perubahan warna buah yang merata, tekstur sedikit lunak, serta aroma khas manis.