Setelah ditelantarkan selama 2 minggu, campurkan tanah galian lapisan atas dengan 10 hingga 15 kg pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah terfermentasi matang serta 250 gram kapur pertanian jika kondisi tanah terlalu asam. Tanam bibit buni tepat di tengah lubang, padatkan tanah di sekitar pangkal batang secara perlahan, dan pasang ajir bambu setinggi 1,5 meter untuk menopang tanaman dari tiupan angin kencang. Lakukan penyiraman perdana sebanyak 10 hingga 15 liter air per pohon segera setelah proses penanaman selesai.
Pada masa pertumbuhan vegetatif berumur 1 hingga 2 tahun, lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari pada musim kemarau saat pagi dan sore hari dengan volume 5 hingga 10 liter per tanaman. Aplikasikan pemupukan susulan menggunakan pupuk organik padat sebanyak 10 kg per pohon setiap 6 bulan sekali pada awal dan akhir musim hujan. Selain itu, bersihkan gulma di sekitar piringan pohon sejauh radius 1 meter dari batang utama setiap 30 hari sekali agar nutrisi tanah tidak terserap oleh rumput liar.
Pemangkasan bentuk dilakukan pada tahun pertama untuk memelihara 3 hingga 4 cabang utama, sedangkan pemangkasan pemeliharaan dilakukan rutin setelah masa panen untuk membuang ranting kering dan tunas air. Pohon buni biasanya mulai berbunga pada akhir musim kemarau dan buah akan matang optimal dalam waktu 3 hingga 4 bulan kemudian. Proses panen dilakukan secara bertahap ketika dompolan buah telah berubah warna dari hijau menjadi merah tua hingga kehitaman dengan cara memotong tangkainya menggunakan gunting pangkas.