Penggunaan bibit hasil okulasi atau sambung pucuk sangat dianjurkan karena mampu berbuah lebih cepat pada umur 3 sampai 4 tahun dibandingkan bibit dari biji yang membutuhkan waktu 6 hingga 8 tahun. Tanam bibit dengan jarak minimal 8x8 meter atau 10x10 meter antar pohon untuk memberi ruang tumbuh yang cukup bagi tajuk pohon yang melebar. Saat menanam, lepaskan kantong polibag secara perlahan tanpa merusak bola akar, lalu padatkan tanah di sekitar pangkal batang dan siram dengan 10 hingga 15 liter air.
Selama 6 bulan pertama pada musim kemarau, lakukan penyiraman 1 kali sehari sebanyak 10 liter per pohon pada pagi atau sore hari. Berikan pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK seimbang sebanyak 100 gram per pohon setiap 3 bulan sekali pada tahun pertama, lalu tingkatkan dosisnya secara bertahap seiring bertambahnya umur tanaman. Lakukan penyiangan gulma di area piringan pohon sejauh radius 1 meter agar unsur hara tidak terbagi dengan gulma pengganggu.
Pembentukan tajuk dilakukan dengan memangkas cabang air dan dahan yang tumbuh melintang agar sirkulasi udara serta pencahayaan di dalam tajuk lancar. Ketika bakal buah muncul di batang utama atau dahan primer pada tahun ke-3 atau ke-4, lakukan pembungkusan buah menggunakan karung kain atau pembungkus khusus untuk mencegah serangan lalat buah. Cempedak siap dipanen sekitar 3 hingga 4 bulan setelah pembungaan, ditandai dengan aromanya yang harum tajam, warna kulit menguning, dan duri yang melunak saat ditekan.