Masuk fase vegetatif pada umur 7 sampai 20 Hari Setelah Tanam (HST), fokus pemupukan bertujuan mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan daun. Lakukan pengocoran pupuk berunsur Nitrogen dan Fosfor tinggi setiap 5 sampai 7 hari sekali dengan konsentrasi 2 sampai 3 gram per liter air. Berikan larutan ini sebanyak 200 ml per lubang tanam pada pagi hari saat kondisi tanah lembap.
Saat memasuki fase generatif dan pembentukan buah pada umur 21 sampai 45 HST, alihkan dominasi pupuk ke unsur Fosfor dan Kalium. Kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 sampai 300 ml per tanaman setiap 5 sampai 7 hari sekali. Jika memasuki musim hujan, porsi Nitrogen harus dikurangi hingga 50 persen untuk mencegah pertumbuhan vegetatif berlebih yang memicu infeksi jamur patogen dan pembusukan pangkal batang.
Fase pembesaran dan pematangan buah pada umur 46 sampai 65 HST membutuhkan asupan Kalium dan Kalsium yang sangat tinggi. Aplikasi kocor Kalium dengan dosis 3 sampai 5 gram per liter air diberikan setiap 5 hari sekali untuk memicu pembentukan jaring (netting) kulit buah dan meningkatkan tingkat kemanisan (Brix). Hentikan seluruh pemberian pupuk kocor tepat 10 hari sebelum panen dilakukan agar kualitas buah stabil.





