Memasuki fase pertumbuhan aktif pada usia 15 hingga 35 hari setelah tanam, tingkatkan takaran unsur nitrogen dan kalium untuk mendukung pembentukan batang yang kokoh serta luas daun yang efektif untuk fotosintesis. Lakukan pemupukan susulan setiap 7 hari sekali dengan cara dikocor di sekitar perakaran, dengan jarak minimal 10 sentimeter dari pangkal batang agar tidak terjadi pembusukan. Pada fase ini, penambahan kalsium sangat penting untuk mencegah terjadinya pecah buah dan ujung daun menguning di kemudian hari.
Fase pembungaan dan pembuahan yang terjadi pada usia 36 hingga 60 hari setelah tanam menuntut perubahan komposisi pupuk di mana unsur kalium harus lebih dominan dibanding nitrogen. Kurangi porsi nitrogen agar tanaman tidak terlalu rimbun daun, dan tingkatkan unsur kalium serta boron untuk membantu penyerbukan, mencegah kerontokan bunga, serta meningkatkan kadar manis buah. Pemupukan pada fase generatif ini dilakukan setiap 5 hari sekali dengan volume air siraman yang disesuaikan dengan kondisi cuaca aktual di lahan.
Menjelang masa panen pada usia 61 hingga 75 hari setelah tanam, hentikan total pemberian pupuk kimia dan hanya berikan penyiraman air biasa untuk menjaga kualitas rasa buah agar tidak hambar. Penghentian pemupukan ini juga bertujuan agar residu hara di dalam jaringan tanaman terserap sempurna dan daging buah mencapai tingkat kemasakan yang maksimal. Lakukan pemanenan pada pagi hari saat cuaca cerah agar melon memiliki daya simpan yang lebih baik dan tidak mudah membusuk setelah dipetik.