Melon, Panduan Pemupukan Melon Tepat Fase untuk Hasil Manis dan Berbobot
विजयाभिनंदन YOUTUBER / Pexels

Panduan Pemupukan Melon Tepat Fase untuk Hasil Manis dan Berbobot

Pemupukan melon yang tepat disesuaikan dengan tiga fase utama pertumbuhan untuk memaksimalkan bobot buah dan tingkat kemanisan secara optimal.

Jawaban singkat

Pengolahan lahan awal menentukan efisiensi penyerapan hara oleh tanaman melon. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 10 sampai 15 ton per hektar atau sekitar 1 sampai 2 kg per lubang tanam, ditambah pupuk NPK dasar sebanyak 20 sampai 25 gram per lubang tanam. Campurkan bahan-bahan ini secara merata pada bedengan setinggi 30 sampai 40 cm, lalu tutup dengan mulsa plastik hitam perak dan biarkan selama 7 sampai 10 hari sebelum bibit ditanam.

Ringkas: Melon

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 8 jam sinar matahari langsung per hari).
Penyiraman
Siram 2 kali sehari pagi dan sore, kecuali hujan. Kurangi saat buah mulai matang.
Musim
Tanam awal musim kemarau (April-Mei) atau awal musim hujan (Oktober-November) untuk hasil optimal. Panen 60-75 HST.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Melon memerlukan perhatian pada penyerbukan dan pemangkasan untuk hasil buah berkualitas. Cocok untuk lahan terbuka atau polybag.

Masuk fase vegetatif pada umur 7 sampai 20 Hari Setelah Tanam (HST), fokus pemupukan bertujuan mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan daun. Lakukan pengocoran pupuk berunsur Nitrogen dan Fosfor tinggi setiap 5 sampai 7 hari sekali dengan konsentrasi 2 sampai 3 gram per liter air. Berikan larutan ini sebanyak 200 ml per lubang tanam pada pagi hari saat kondisi tanah lembap.

Saat memasuki fase generatif dan pembentukan buah pada umur 21 sampai 45 HST, alihkan dominasi pupuk ke unsur Fosfor dan Kalium. Kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 sampai 300 ml per tanaman setiap 5 sampai 7 hari sekali. Jika memasuki musim hujan, porsi Nitrogen harus dikurangi hingga 50 persen untuk mencegah pertumbuhan vegetatif berlebih yang memicu infeksi jamur patogen dan pembusukan pangkal batang.

Fase pembesaran dan pematangan buah pada umur 46 sampai 65 HST membutuhkan asupan Kalium dan Kalsium yang sangat tinggi. Aplikasi kocor Kalium dengan dosis 3 sampai 5 gram per liter air diberikan setiap 5 hari sekali untuk memicu pembentukan jaring (netting) kulit buah dan meningkatkan tingkat kemanisan (Brix). Hentikan seluruh pemberian pupuk kocor tepat 10 hari sebelum panen dilakukan agar kualitas buah stabil.

Langkah-langkah

  1. Aplikasi Pupuk Dasar: Tebarkan pupuk kandang matang 1-2 kg dan NPK 20 gram per lubang tanam saat pembuatan bedengan, tutup mulsa dan biarkan 7-10 hari.
  2. Pemupukan Fase Vegetatif (7-20 HST): Kocorkan larutan pupuk tinggi Nitrogen dan Fosfor konsentrasi 2-3 gram per liter air sebanyak 200 ml per tanaman setiap 5-7 hari sekali.
  3. Pemupukan Fase Pembungaan (21-45 HST): Ganti racikan pupuk kocor dengan kandungan Fosfor dan Kalium lebih tinggi, berikan 250-300 ml per tanaman setiap 5-7 hari.
  4. Pemupukan Fase Pematangan Buah (46-55 HST): Tingkatkan Kalium dan Kalsium untuk memaksimalkan manis buah dan pembentukan net, lalu hentikan pemupukan 10 hari sebelum panen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik menyiramkan pupuk kocor pada tanaman melon?

Waktu terbaik adalah pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00 saat stomata daun mulai terbuka dan suhu tanah belum terlalu panas.

Mengapa buah melon sering pecah menjelang masa panen?

Fenomena pecah buah biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan penyiraman tanah yang drastis serta kekurangan unsur Kalsium selama fase pembesaran buah.

Apakah pupuk kandang segar boleh langsung digunakan sebagai pupuk dasar?

Tidak boleh. Pupuk kandang wajib difermentasi atau dikomposkan hingga matang sempurna agar tidak menimbulkan panas yang merusak akar dan membawa spora jamur.

Bagaimana cara meningkatkan tingkat kemanisan (Brix) buah melon?

Tingkatkan dosis pupuk Kalium pada fase pembesaran buah (45 HST ke atas) dan kurangi pemberian air secara bertahap menjelang panen.

Bolehkah mencampur pupuk kocor dengan produk pestisida dalam satu tangki?

Sebaiknya dihindari, terutama pencampuran pupuk kalsium atau pupuk daun pekat, untuk mencegah terjadinya pengendapan atau reaksi kimia yang merusak efektivitas bahan.

Lebih lanjut tentang Melon

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.