Diagnosis diferensial sangat penting dilakukan sebelum menentukan langkah pengendalian. Perhatikan apakah daun menggulung ke atas atau ke bawah, serta periksa adanya warna perunggu, bercak kuning mosaik, atau keberadaan embun tepung. Pengamatan rutin setiap 2 hari sekali dengan memasang minimal 20 lembar perangkap pelekat kuning per hektar akan membantu mendeteksi keberadaan vektor pembawa penyakit sejak dini.
Pengelolaan lingkungan tumbuh memainkan peranan kunci dalam menekan penyebaran masalah ini. Penggunaan mulsa plastik perak-hitam sangat dianjurkan untuk memantulkan sinar matahari guna mengusir serangga terbang. Selain itu, pastikan kecukupan air siraman sebanyak 1 hingga 2 liter per tanaman setiap hari pada pagi hari agar tanaman tidak mengalami stres dehidrasi yang memperparah pembengkokan daun.
Langkah pengendalian mekanis dan biologis harus diutamakan sebelum menggunakan bantuan kimiawi. Pembersihan gulma dalam radius 5 meter di sekitar gulutan serta pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi parah dapat memutus siklus hidup hama. Jika intervensi kimiawi memang diperlukan, selalu ikuti petunjuk penggunaan pada label kemasan produk dan rotasikan bahan aktif untuk mencegah resistensi hama.





