Olah lahan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30-40 cm, buat bedengan lebar 1 m, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan. Beri jarak antar bedengan 50-60 cm. Campurkan pupuk dasar: 10-15 ton/ha pupuk kandang, 200 kg/ha SP-36, dan 100 kg/ha KCl. Taburkan merata di atas bedengan 7-10 hari sebelum tanam. Pasang mulsa plastik hitam perak (MPHP) untuk menekan gulma dan menjaga kelembaban. Buat lubang tanam dengan jarak 60-70 cm antar tanaman dalam baris, dan 40-50 cm antar baris. Tanam bibit pada sore hari, siram secukupnya.
Perawatan meliputi: (1) Penyiraman: 2 kali sehari pagi dan sore, kecuali hujan. Kurangi saat buah mulai matang. (2) Pemupukan susulan: umur 10 HST dengan pupuk NPK 16-16-16 (150 kg/ha) dan KNO3 (50 kg/ha) setiap 7-10 hari hingga umur 40 HST. (3) Pemangkasan: pilih 2 cabang utama yang kuat, potong cabang lateral tidak produktif. Sisakan 1-2 buah per tanaman pada ruas 8-12. (4) Penyerbukan bantu: lakukan pada pagi hari (06.00-09.00) dengan mengoleskan serbuk sari jantan ke putik betina. (5) Pengendalian hama: kutu daun, ulat tanah, dan lalat buah. Gunakan perangkap kuning atau pestisida nabati (ekstrak daun mimba). Untuk penyakit embun tepung dan layu fusarium, atur drainase dan rotasi tanaman.
Panen melon dilakukan 60-75 hari setelah tanam, tergantung varietas. Ciri-ciri siap panen: (1) warna kulit berubah sesuai varietas (kuning, hijau, atau oranye), (2) retakan di sekitar tangkai, (3) aroma harum khas melon, (4) tangkai buah mudah lepas. Panen pada pagi hari dengan gunting, sisakan tangkai 2-3 cm. Sortasi berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan. Simpan pada suhu 10-12°C dengan kelembaban 85-90%. Produktivitas rata-rata 20-30 ton/ha. Untuk pekebun rumahan, tanam dalam polybag ukuran 40x40 cm, dengan media tanah+kompos (2:1), dan beri ajir setinggi 1,5 m.