Tahap awal dimulai dengan penyemaian benih unggul yang direndam air hangat selama 2 hingga 4 jam. Benih disemai dalam tray atau polibag kecil menggunakan media campuran tanah halus dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1 selama 10 hingga 12 hari hingga tumbuh 2 lembar daun sejati. Bersamaan dengan itu, siapkan bedengan setinggi 30 hingga 40 cm, lebar 100 cm, dan jarak antarbedengan 60 cm. Taburkan pupuk kompos sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar atau 1,5 kg per lubang tanam, tambahkan kapur pertanian jika pH tanah di bawah 6,0, lalu tutup bedengan dengan mulsa plastik hitam perak.
Pemeliharaan harian melon berfokus pada manajemen air, pemasangan turus bambu, dan pemangkasan cabang. Setiap tanaman membutuhkan air sebanyak 1 hingga 2 liter per hari pada fase vegetatif, yang diberikan pada pagi hari. Turus bambu setinggi 2 meter harus dipasang 3 hari setelah pindah tanam untuk menopang pertumbuhan vertikal. Pemangkasan dilakukan dengan membuang tunas air pada ruas ke-1 sampai ke-7, lalu memelihara calon buah pada ruas ke-8 hingga ke-12. Pilih 1 atau 2 calon buah terbaik yang berbentuk simetris dan buang calon buah sisanya.
Proses pemanenan dilakukan saat tanaman berumur 65 hingga 85 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan. Ciri-ciri melon siap panen meliputi serat jaring pada kulit buah yang sudah terbentuk tebal dan merata, retakan kecil pada tangkai buah, serta munculnya aroma harum khas melon. Sekitar 7 hingga 10 hari sebelum panen, hentikan pemupukan dan kurangi penyiraman hingga separuh dari volume harian untuk meningkatkan akumulasi kadar gula (brix) dan mencegah buah retak akibat tekanan air internal.





