Penyiraman dilakukan rutin 2 kali sehari (pagi dan sore) selama musim kemarau, namun kurangi saat musim hujan untuk mencegah busuk akar. Pemupukan susulan diberikan setiap 10-14 hari dengan NPK 16-16-16 dosis 5 gram/tanaman pada umur 14, 28, dan 42 HST. Saat tanaman mulai berbunga (30-35 HST), tambahkan pupuk KNO3 putih 3 gram/tanaman untuk meningkatkan kualitas buah. Lakukan pemangkasan cabang lateral pada ruas ke-1 hingga ke-8, sisakan 2-3 cabang produktif.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara preventif. Hama utama melon di Indonesia adalah lalat buah (Bactrocera spp.), ulat grayak (Spodoptera litura), dan kutu daun (Aphis gossypii). Untuk lalat buah, pasang perangkap metil eugenol 20-30 buah per hektar. Penyakit seperti embun tepung (Podosphaera xanthii) dan layu fusarium (Fusarium oxysporum) dicegah dengan rotasi tanaman dan drainase baik. Jika terlanjur terserang, konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk rekomendasi fungisida yang sesuai.
Panen melon dilakukan saat buah menunjukkan ciri: retakan halus di sekitar tangkai, aroma harum, dan warna kulit sesuai varietas (biasanya 65-75 HST). Potong tangkai dengan gunting menyisakan 2-3 cm. Simpan di tempat teduh dan segera dipasarkan. Dengan perawatan intensif, produktivitas melon bisa mencapai 20-30 ton per hektar.