Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari pada pagi dan sore hari sebanyak 1-2 liter per tanaman pada fase vegetatif awal. Saat memasuki fase pembungaan pada umur 25-35 hari, kurangi frekuensi siram menjadi 2 hari sekali untuk merangsang pembentukan bunga betina. Pemangkasan cabang sekunder dilakukan dengan menyisakan cabang utama dan memelihara 1-2 calon buah terbaik pada ruas ke-8 hingga ke-12.
Pemupukan susulan diberikan secara berkala setiap 7 hari sekali menggunakan pupuk bermakronutrien tinggi nitrogen pada fase vegetatif. Saat memasuki fase pembesaran buah pada umur 45-60 hari, beralihlah ke pemupukan tinggi kalium sebanyak 5-10 gram per tanaman untuk meningkatkan kadar gula atau brix buah. Lakukan penyeleksian buah pada umur 35 hari dengan membuang buah yang cacat atau kerdil.
Topang buah melon yang mulai membesar dengan jaring atau tali gantung pada umur 45 hari agar tangkai tidak patah menahan beban buah seberat 1,5 hingga 3 kg. Panen dapat dilakukan pada umur 65-75 hari setelah tanam, ditandai dengan munculnya jaring (net) yang tebal dan merata, warna kulit yang melunak, serta tercium aroma harum yang khas pada bagian pangkal buah.





