Musim kemarau sering meningkatkan populasi hama penghisap seperti kutu daun dan thrips karena suhu udara yang panas memicu perkembangbiakan lebih cepat. Sementara itu, saat transisi musim atau pancaroba, hama pengerek daun dan lalat buah menjadi ancaman utama yang dapat merusak kualitas buah melon hingga 80 persen jika tidak ditangani.
Pengendalian hama tanaman melon hendaknya menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu. Langkah awal dimulai dengan pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 hingga 50 buah per hektar, diikuti sanitasi gulma di sekitar area bedengan setiap 7 hari sekali.
Jika populasi hama melebihi ambang ekonomi, tindakan teknis dan intervensi yang tepat dapat dipertimbangkan. Penggunaan perangkap atraktan atau jaring serangga pada rumah tanam juga sangat membantu menekan serangan hama sepanjang tahun.





