Pengairan menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan menteng, terutama saat fase vegetatif awal dan masa pembentukan buah di musim kemarau. Lakukan penyiraman sebanyak 10 hingga 15 liter air per pohon dengan frekuensi dua hari sekali pada musim kemarau, serta pastikan drainase di sekitar piringan pohon berjalan lancar agar tidak terjadi genangan air saat musim hujan bercurah tinggi.
Pemupukan rutin harus diberikan untuk menjaga kesuburan tanah gembur berhumus di sekitar perakaran. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 20 kilogram per pohon setiap 6 bulan sekali pada awal musim hujan dan pertengahan musim kemarau. Tambahkan pembenah tanah organik atau kompos kaya hara mikro untuk merangsang perakaran yang kuat dan pembungaan yang serempak.
Pemangkasan bentuk dan pemeliharaan dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun, terutama pasca panen buah menteng. Buang tunas air yang tidak produktif, dahan yang bersilangan, serta cabang yang terserang hama agar sinar matahari dapat menembus bagian dalam kanopi pohon, sehingga kelembapan tetap terjaga dan serangan penyakit jamur dapat dicegah.