Diagnosis diferensial sangat diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab utama. Jika akar berwarna hitam, terasa lembek saat dipencet, dan mengeluarkan bau menyengat, tanaman mengalami infeksi jamur atau bakteri anaerob akibat penyiraman terlalu sering, misalnya 1 sampai 2 hari sekali. Sebaliknya, jika akar berwarna cokelat rapuh tanpa bau menyengat, hal itu menandakan pembakaran akar akibat akumulasi garam dari pupuk kimia.
Langkah penanganan darurat dimulai dengan membongkar tanaman dari pot dan membasuh sisa tanah menggunakan air mengalir. Potong seluruh jaringan akar yang membusuk menggunakan gunting steril hingga tersisa akar yang sehat berwarna putih. Tanam ulang menggunakan media yang sangat poros, seperti campuran sekam bakar, pakis cacah, dan perlite dengan perbandingan 2:1:1, serta atur penyiraman menjadi 1 kali setiap 5 hingga 7 hari selama puncak musim hujan.
Selama masa karantina 3 hingga 4 minggu pasca-pemangkasan, letakkan Monstera di lokasi berangin dengan pencahayaan terang tidak langsung selama 6 sampai 8 jam sehari. Pemulihan berhasil ditandai dengan munculnya pucuk akar baru berwarna putih bening atau pertunasan daun baru. Hindari pemberian pupuk anorganik selama 30 hari pertama untuk mencegah stres pada jaringan akar yang baru tumbuh.






