Pengaturan penyiraman harus disesuaikan secara disiplin dengan pergantian musim di Indonesia. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 hingga 3 kali seminggu setelah dipastikan media tanam bagian atas setebal 2 sampai 3 cm sudah mengering saat disentuh. Saat musim hujan tiba, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1 kali setiap 7 hingga 10 hari guna mencegah media terlalu basah. Gunakan campuran media tanam yang sangat porous dengan formulasi sekam bakar, cocopeat, dan kompos bernutrisi dengan perbandingan 1:1:1 agar sirkulasi udara di area akar tetap optimal.
Pemasangan turus atau penyangga dari sabut kelapa sangat dianjurkan saat Monstera telah mencapai tinggi 30 hingga 50 cm. Tanaman ini merupakan jenis pemanjat alami, sehingga keberadaan turus akan merangsang akar udara untuk menempel dan memicu pembentukan daun yang jauh lebih lebar serta membelah sempurna. Selain penyangga, bersihkan permukaan daun secara rutin setiap 2 minggu sekali menggunakan kain mikrofiber basah untuk menghilangkan debu penutup pori-pori daun.
Pemupukan berkala sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan vegetatif yang pesat sepanjang tahun. Berikan pupuk organik kasgot atau kompos matang sebanyak 1 sampai 2 genggam setiap 1 bulan sekali, atau gunakan pemupukan lambat lepas setiap 3 bulan sekali. Pemindahan pot atau repotting perlu dilakukan setiap 12 hingga 18 bulan sekali ketika akar sudah memenuhi pot berdiameter 25 atau 30 cm, agar tanaman memiliki ruang cukup untuk terus berkembang rimbun.