Penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi musim di wilayah Anda. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 hingga 3 kali seminggu setelah memeriksa bahwa lapisan media tanam bagian atas setebal 3 cm sudah mengering. Sebaliknya, saat musim hujan, kurangi frekuensi siram menjadi 1 kali seminggu untuk mencegah risiko kebusukan akar. Jaga kelembapan udara lingkungan sekitar 60 hingga 80 persen, dan usahakan mengelap debu pada permukaan daun menggunakan kain basah setiap 2 minggu sekali.
Pertumbuhan Monstera yang memanjat memerlukan dukungan fisik berupa turus yang dilapisi sabut kelapa atau lumut. Pasang turus setinggi 1 hingga 1,5 meter di tengah pot saat penanaman ulang (repotting) agar akar angin dapat menempel dengan kuat. Akar angin yang tumbuh panjang dapat diarahkan kembali masuk ke dalam media tanam atau dililitkan ke turus untuk membantu penyerapan hara tambahan. Lakukan pemindahan ke pot yang berukuran 5 cm lebih besar setiap 12 hingga 18 bulan sekali.
Pemupukan rutin dilakukan untuk menunjang pembentukan daun baru yang lebar dan membelah sempurna. Berikan pupuk organik cair atau pupuk majemuk NPK seimbang secara teratur setiap 4 minggu sekali pada masa pertumbuhan aktif. Jangan memberikan pupuk berlebihan saat udara sangat panas atau ketika media dalam kondisi sangat kering. Potong daun tua yang berada di bagian paling bawah secara berkala menggunakan gunting steril untuk merangsang pertumbuhan tunas baru yang lebih segar.






