Memasuki fase pembungaan yang biasanya terjadi pada umur 30 hingga 45 hari setelah tanam, ubah komposisi nutrisi dengan mengurangi unsur nitrogen dan memperbanyak kandungan fosfor serta kalium. Kekurangan unsur fosfor pada fase ini sering kali menyebabkan bunga mudah rontok sebelum sempat diserbuki, sehingga gagal menjadi buah oyong yang sehat. Lakukan pemupukan susulan dengan menaburkan unsur hara makro seimbang di alur sekitar perakaran sejauh 15 sentimeter dari batang utama, lalu tutup kembali dengan tanah tipis agar tidak menguap.
Ketika tanaman sudah memasuki fase pembuahan aktif pada umur 50 hingga 75 hari, kebutuhan hara kalium meningkat tajam untuk mendukung pengisian buah agar lurus, panjang, dan berbobot optimal. Berikan tambahan unsur kalium larut air setiap 5 hari sekali melalui penyiraman di pangkal batang, dengan takaran satu sendok makan per 10 liter air per 5 tanaman. Jaga kelembapan tanah di sekitar perakaran secara konsisten karena kekurangan air pada fase pembuahan ini akan membuat buah oyong melengkung, terasa pahit, dan ukurannya kerdil.
Pemberian pupuk susulan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.00 agar penyerapan hara oleh akar berlangsung optimal tanpa terbakar panas matahari. Hindari pemberian pupuk kimia secara berlebihan yang dapat merusak struktur mikroorganisme tanah dan memicu kerontokan bunga secara massal akibat lonjakan kepekatan larutan di sekitar akar. Selalu imbangi pemupukan kimiawi dengan pemberian pupuk kandang atau kompos matang setiap dua minggu sekali untuk menjaga kesuburan fisik dan biologi tanah pertanian Anda.