Memasuki fase vegetatif awal pada umur 1 hingga 14 hari setelah tanam (HST), tanaman fokus pada pembentukan akar, batang, dan daun. Pada fase ini, kocorkan larutan pupuk bernitrogen tinggi dengan dosis 200 ml per lubang tanam setiap 7 hari sekali. Pemberian rutin ini merangsang pertunasan yang cepat sehingga sulur oyong siap memanjat tiang lanjaran dengan kokoh.
Pada fase generatif saat tanaman berumur 30 hingga 45 HST, pembentukan bunga betina dan calon buah dimulai. Ubah formulasi pemupukan dengan menaikkan porsi Fosfor (P) dan Kalium (K) serta mengurangi unsur Nitrogen. Kocor tanaman menggunakan larutan pupuk kaya P dan K sebanyak 250 ml per lubang tanam setiap 7 sampai 10 hari agar bunga tidak mudah rontok dan calon buah berkembang lurus sempurna.
Saat memasuki masa panen berkala mulai umur 50 hingga 90 HST, pemupukan susulan tetap diperlukan setelah pemetikan ke-2 dan ke-4. Berikan pupuk susulan sebanyak 10 gram per tanaman dengan metode tugal sejauh 15 cm dari pangkal batang. Langkah ini menjaga kelangsungan pembukaan bunga baru sehingga masa produktif oyong dapat diperpanjang hingga akhir musim.






