Oyong, Cara Merawat Oyong Agar Subur dan Berbuah Lebat
Quang Nguyen Vinh / Pexels

Cara Merawat Oyong Agar Subur dan Berbuah Lebat

Merawat oyong secara tepat dengan pemupukan teratur, pembuatan turus yang kokoh, serta pengairan seimbang akan memastikan tanaman berbuah lebat sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Pengolahan tanah yang baik merupakan langkah awal terpenting dalam budi daya oyong. Buat bedengan dengan lebar 80 hingga 100 cm, tinggi 30 cm pada musim kemarau atau 40 cm pada musim hujan, serta jarak antarbedengan 50 cm. Campurkan pupuk kandang matang sebanyak 2 kg per lubang tanam dengan jarak tanam ideal 50 hingga 60 cm agar sirkulasi udara dan cahaya matahari optimal.

Ringkas: Oyong

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Sedang hingga tinggi, jaga kelembapan tanah tanpa genangan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan penopang rambatan yang kuat.

Pemasangan turus atau para-para dari bambu setinggi 2 meter sangat wajib dilakukan saat tanaman berumur 10 hingga 14 hari setelah tanam. Oyong adalah tanaman merambat yang membutuhkan penopang kuat agar buah tidak bersentuhan dengan tanah. Penyiraman dilakukan 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan penyiraman disesuaikan agar tanah tidak tergenang air yang memicu pembusukan akar.

Pemupukan susulan diberikan secara rutin setiap 10 hingga 14 hari sekali menggunakan pupuk NPK sebanyak 5 hingga 10 gram per tanaman yang dilarutkan dalam air atau ditabur melingkar di luar tajuk. Pemangkasan cabang air atau tunas samping bagian bawah perlu dilakukan hingga ketinggian 50 cm dari permukaan tanah untuk mendorong pembentukan cabang utama yang lebih produktif dan berbunga lebat.

Masa panen oyong dimulai pada umur 40 hingga 50 hari setelah tanam. Pemetikan buah dapat dilakukan setiap 2 hari sekali menggunakan gunting atau pisau tajam saat buah masih berwarna hijau segar dan terasa renyah. Jangan menunda panen terlalu lama karena buah yang terlalu tua akan menjadi berserat tebal dan keras sehingga tidak layak dikonsumsi.

Langkah-langkah

  1. Pasang turus atau para-para bambu setinggi 2 meter setelah bibit oyong berumur 10-14 hari agar rambatan tertata rapi.
  2. Lakukan penyiraman rutin 1-2 kali sehari saat musim kemarau dan jaga agar saluran drainase bedengan tidak tergenang saat musim hujan.
  3. Berikan pemupukan susulan NPK setiap 10-14 hari sekali serta pangkas tunas air di bagian bawah tanaman hingga tinggi 50 cm.
  4. Bungkus buah oyong muda yang baru muncul dengan pembungkus buah atau plastik berlubang untuk mencegah serangan lalat buah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama umur panen tanaman oyong?

Oyong mulai dapat dipanen pertama kali pada umur 40 hingga 50 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi perawatan.

Mengapa bunga oyong sering rontok sebelum jadi buah?

Kerontokan bunga biasanya disebabkan oleh stres kekurangan air, kelebihan unsur nitrogen, atau kurangnya serangga penyerbuk di sekitar lahan.

Apakah oyong bisa ditanam di polybag?

Bisa, gunakan polybag berukuran minimal diameter 40 cm dengan media tanam yang gembur dan pasang ajir bambu yang kuat.

Berapa kali oyong bisa dipanen dalam satu siklus tanam?

Dalam satu siklus tanam, oyong dapat dipanen sebanyak 10 hingga 15 kali pemetikan secara berkala setiap 2 hari sekali.

Mengapa buah oyong yang dihasilkan terasa pahit?

Rasa pahit disebabkan oleh akumulasi senyawa kukurbitasin yang dipicu oleh stres lingkungan seperti kekeringan parah atau suhu ekstrem.

Lebih lanjut tentang Oyong

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.