Memasuki umur sepuluh hari setelah tanam, pasang segera bilah-bilah bambu setinggi dua meter sebagai lanjaran atau parura agar sulur oyong dapat merambat dengan lebat. Lakukan pengikatan longgar pada batang utama ke tiang penyangga menggunakan tali rafia setiap tiga hari sekali pada sore hari agar arah rambatan teratur dan tidak patah. Penyiangan gulma di sekitar pangkal batang wajib dilakukan setiap minggu untuk mencegah perebutan unsur hara.
Penyiraman tanaman oyong harus dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi hari pukul tujuh dan sore hari pukul lima, terutama saat musim kemarau panjang agar kelembapan tanah terjaga. Ketika memasuki musim penghujan, pastikan saluran drainase di sekitar bedengan lancar untuk menghindari genangan air yang memicu kebusukan akar dan serangan jamur patogen. Pemberian pupuk susulan berupa kompos cair dilakukan setiap sepuluh hari sekali guna merangsang pembungaan.
Panen perdana buah oyong umumnya dapat dimulai pada umur empat puluh hingga empat puluh lima hari setelah tanam, saat buah masih muda, berukuran panjang ideal tiga puluh sentimeter, dan belum berserat keras. Petik buah menggunakan gunting pangkas tajam pada tangkainya setiap dua hari sekali di pagi hari untuk merangsang kemunculan bunga baru. Penyortiran buah cacat atau terserang lalat buah juga harus rutin dilakukan untuk menjaga kualitas hasil panen secara keseluruhan.