Pemasangan turus atau para-para dari bambu setinggi 2 meter sangat wajib dilakukan saat tanaman berumur 10 hingga 14 hari setelah tanam. Oyong adalah tanaman merambat yang membutuhkan penopang kuat agar buah tidak bersentuhan dengan tanah. Penyiraman dilakukan 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan penyiraman disesuaikan agar tanah tidak tergenang air yang memicu pembusukan akar.
Pemupukan susulan diberikan secara rutin setiap 10 hingga 14 hari sekali menggunakan pupuk NPK sebanyak 5 hingga 10 gram per tanaman yang dilarutkan dalam air atau ditabur melingkar di luar tajuk. Pemangkasan cabang air atau tunas samping bagian bawah perlu dilakukan hingga ketinggian 50 cm dari permukaan tanah untuk mendorong pembentukan cabang utama yang lebih produktif dan berbunga lebat.
Masa panen oyong dimulai pada umur 40 hingga 50 hari setelah tanam. Pemetikan buah dapat dilakukan setiap 2 hari sekali menggunakan gunting atau pisau tajam saat buah masih berwarna hijau segar dan terasa renyah. Jangan menunda panen terlalu lama karena buah yang terlalu tua akan menjadi berserat tebal dan keras sehingga tidak layak dikonsumsi.






