Untuk mengatasi masalah ini, kita harus menerapkan diagnosis diferensial secara cermat agar tindakan penanganan tidak salah sasaran. Gejala luar yang mirip, seperti bercak daun, bisa bersumber dari infeksi jamur yang menghasilkan spora tepung atau dari bakteri yang menyebabkan jaringan daun tembus pandang. Pengamatan teliti pada pagi hari sebelum embun mengering akan membantu melihat tanda khas patogen seperti miselium putih, lendir bakteri, atau bentuk lesi yang dibatasi oleh tulang daun.
Langkah preventif utama di musim hujan adalah mengatur jarak tanam minimal 80 centimeter antar lubang dan menggunakan sistem rambatan para-para yang tinggi agar sirkulasi udara di bawah kanopi tanaman tetap lancar. Pemangkasan daun tua dan cabang air yang tidak produktif sebanyak dua kali seminggu juga sangat efektif mengurangi kelembapan mikro di sekitar tanaman. Sanitasi kebun dengan segera mengumpulkan dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang akan memutus siklus penularan patogen ke tanaman sehat di sekitarnya.
Apabila serangan sudah meluas, penggunaan fungisida atau bakterisida berbahan aktif sesuai rekomendasi setempat dapat diaplikasikan dengan dosis anjuran pada label kemasan. Pastikan penyemprotan dilakukan pada sore hari saat angin tenang dan daun sudah tidak terlalu basah oleh embun pagi. Selalu konsultasikan jenis bahan pengendali kimia ini dengan petugas penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian setempat agar sesuai dengan tingkat serangan dan ramah lingkungan.