Pengaturan jarak tanam yang ideal sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman. Pada musim hujan, buatlah jarak tanam minimal 50 cm x 70 cm dengan tinggi guludan 30 cm sampai 40 cm agar air hujan tidak menggenang. Selain itu, lakukan pemangkasan daun tua dan tunas air pada bagian bawah tanaman hingga ketinggian 50 cm dari permukaan tanah secara rutin setiap 7 hari sekali untuk mengurangi kelembapan mikro.
Sanitasi lahan dan pemantauan rutin setidaknya 2 kali seminggu merupakan langkah krusial dalam pengendalian penyakit. Daun atau buah oyong yang menunjukkan gejala bercak atau pembusukan harus segera dipetik, dimasukkan ke dalam kantong plastik tertutup, lalu dibakar atau dikubur jauh dari area pertanaman. Jangan membiarkan sisa sisa tanaman yang terinfeksi menumpuk di parit atau di atas guludan karena dapat menjadi sumber inokulum sekunder.
Untuk pengendalian ramah lingkungan, semprotkan agen hayati seperti Trichoderma sp. atau biofungisida berbasis Bacillus subtilis pada area perakaran dan daun setiap 7 hari sekali sejak awal tanam. Apabila tingkat serangan penyakit telah melebihi threshold 10 persen dari total populasi tanaman, penggunaan fungisida sintetis dapat dilakukan. Konsultasikan pilihan bahan aktif serta aplikasi pemakaian dengan penyuluh pertanian atau BPP terdekat di wilayah Anda.






