Sebagai penyuluh pertanian, saya sering mendapati petani langsung menyimpulkan bahwa daun keriting pasti akibat serangan kutu daun atau thrips. Padahal, diagnosis diferensial menunjukkan bahwa ketidakseimbangan nutrisi, terutama kekurangan kalsium atau boron akibat penguapan air yang terlalu tinggi di siang hari kemarau, juga memberikan gejala penampakan daun muda yang mengerut dan tidak berkembang sempurna.
Untuk mengatasi masalah ini secara efektif tanpa merusak lingkungan, langkah pertama adalah melakukan penyemprotan air bertekanan sedang pada pagi hari untuk merontokkan hama pengisap daun yang bersembunyi. Selain itu, pastikan frekuensi penyiraman ditingkatkan menjadi dua kali sehari pada puncak musim kemarau agar penyerapan unsur hara makro dan mikro oleh akar oyong berjalan dengan lancar tanpa hambatan stres kekeringan.
Apabila serangan hama telah meluas dan mencapai ambang batas ekonomi, terapkan sanitasi kebersihan lahan secara ketat dengan mencabut dan memusnahkan tanaman yang menjadi sumber inang virus. Jangan lupa untuk berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat guna mendapatkan rekomendasi bahan pengendali hayati atau teknis penyemprotan yang tepat sesuai kondisi wilayah Anda.