Benih okra memiliki kulit luar yang cukup keras, sehingga disarankan untuk merendam benih dalam air hangat selama 12 hingga 24 jam sebelum ditanam agar mempercepat proses berkecambah. Anda dapat menanam benih secara langsung di bedengan atau menyemainya terlebih dahulu pada polybag kecil. Tanam benih pada kedalaman 2 cm dengan jarak tanam antar tanaman berkisar 50 hingga 70 cm dan jarak antar barisan 80 cm. Jarak yang cukup lebar ini sangat penting agar sirkulasi udara di sekitar tanaman tetap terjaga dan cabang dapat berkembang maksimal.
Pemeliharaan tanaman okra meliputi penyiraman rutin sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada fase awal pertumbuhan, terutama saat musim kemarau. Ketika tanaman mulai berumur 3 minggu setelah tanam, berikan pemupukan susulan berupa pupuk organik padat atau kompos sebanyak satu genggam per lubang tanam setiap 14 hari sekali. Lakukan penyiangan gulma secara berkala dan perempelan daun bagian bawah yang sudah tua atau terserang penyakit untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi menuju pembentukan buah.
Okra biasanya mulai berbunga dan berbuah pada umur 50 hingga 60 hari setelah tanam. Buah okra siap dipanen ketika ukurannya mencapai 7 hingga 10 cm dan teksturnya masih lentur saat ditekan. Gunakan gunting stek atau pisau tajam untuk memotong tangkai buah, dan kenakan sarung tangan karena bulu halus pada tanaman okra dapat menyebabkan gatal pada kulit sensitif. Lakukan pemanenan setiap 2 hingga 3 hari sekali untuk merangsang munculnya bunga baru dan memperpanjang masa produksi tanaman.






