Gejala serangan ditandai dengan daun okra bagian bawah yang menguning dan layu mendadak, pertumbuhan tanaman terhenti, serta pangkal batang yang tampak kecokelatan. Jika tanaman dicabut, akar utama dan akar serabut terlihat berwarna cokelat kehitaman, lembek, berbau busuk, dan jaringan kulit akarnya sangat mudah terkelupas saat dipegang.
Langkah awal penanganan di lapangan adalah dengan memperbaiki sistem drainase melalui pembuatan bedengan setinggi 30 hingga 40 cm agar air hujan tidak menggenang di pangkal batang. Selain itu, pangkas daun bagian bawah dan atur jarak tanam ideal sebesar 50 cm x 70 cm untuk tingkatkan sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman.
Untuk pencegahan jangka panjang, aplikasikan bahan organik yang matang dan agen hayati pengenali jamur sebanyak 20 gram per lubang tanam saat pengolahan tanah 14 hari sebelum tanam. Jika tingkat kematian tanaman di lahan sudah melebihi 30 persen, segera musnahkan tanaman yang sakit dan konsultasikan penggunaan fungisida yang tepat ke kantor BPP setempat.






