Memasuki fase vegetative atau pertumbuhan vegetatif pada minggu ke-3 hingga ke-5 setelah tanam, berikan pupuk susulan kaya nitrogen dengan frekuensi setiap 10 hari sekali untuk merangsang pertumbuhan daun dan cabang produktif. Takaran yang dianjurkan adalah 10 gram pupuk tunggal per tanaman yang dibenamkan dalam alur melingkar sejauh 10 sentimeter dari batang utama, kemudian disiram air secukupnya agar akar tidak terbakar. Pastikan kelembapan tanah terjaga dengan penyiraman setiap sore hari selama musim kemarau.
Ketika tanaman memasuki fase generatif atau pembungaan pada minggu ke-6 dan seterusnya, ubahlah formula pupuk susulan menjadi yang kaya unsur fosfor dan kalium untuk mencegah kerontokan bunga serta mempercepat pembentukan polong. Aplikasikan pupuk susulan fase generatif ini setiap 14 hari sekali hingga masa panen berakhir, dengan dosis 15 gram per tanaman. Pada musim hujan, lakukan pembenaman pupuk lebih dalam di dalam tanah untuk mencegah tercucinya unsur hara oleh air hujan yang deras.
Selain pemupukan akar, aplikasi pupuk daun mikro dapat dilakukan setiap dua minggu sekali pada pagi hari sebelum pukul 09.00 untuk mencukupi kebutuhan unsur hara mikro seperti boron dan kalsium yang krusial untuk mencegah cacat pada polong okra. Hentikan pemupukan berat dua minggu sebelum pembongkaran lahan jika tanaman sudah memasuki fase akhir produksi dan polong mulai mengecil. Selalu ikuti petunjuk pada label kemasan jika menggunakan pupuk anorganik pabrikan dan konsultasikan dengan petugas BPP setempat.