Layu fusarium biasanya dimulai dari daun terbawah, menguning lalu layu, dan sering hanya satu sisi tanaman yang layu (layu sepihak). Jika batang dipotong melintang, terlihat cincin kecoklatan pada jaringan pembuluh. Penyakit ini bertahan di tanah bertahun-tahun. Solusinya: rotasi tanaman dengan kacang-kacangan minimal 3 tahun, gunakan varietas tahan seperti okra hijau lokal, dan perbaiki drainase dengan bedengan tinggi 30 cm.
Layu bakteri ditandai dengan layu mendadak pada seluruh tanaman tanpa daun menguning, dan jika batang dipotong, akan keluar lendir bakteri berwarna putih susu. Penyakit ini menyebar melalui air dan alat pertanian. Solusinya: cabut dan bakar tanaman sakit, jangan tanam okra di lahan yang sama selama 2 tahun, serta hindari melukai akar saat penyiangan. Untuk pencegahan, beri kapur dolomit 2 ton/ha untuk menekan bakteri.
Stres kekeringan mudah dikenali: daun layu pada siang hari tetapi segar kembali pagi hari, tanah kering dan retak, serta tidak ada gejala pada batang. Solusinya: segera beri mulsa jerami setebal 5-7 cm di sekitar pangkal batang untuk menahan lengas, dan siram 5 liter per tanaman setiap 2 hari pada kemarau. Jika layu menetap meski tanah lembap, kemungkinan besar penyebabnya patogen.