Untuk membedakan penyebabnya, perhatikan pola keriting pada permukaan daun. Jika daun menggulung ke atas disertai warna tulang daun menguning, besar kemungkinan tanaman terinfeksi virus kuning yang ditularkan oleh kutu kebul. Sebaliknya, jika daun melengkung ke bawah, terasa lengket, dan ditemukan bercak keperakan di bawah daun, serangan thrips atau kutu daun adalah pemicu utamanya. Penggulungan daun tanpa perubahan warna berlebih biasanya pertanda tanaman kekurangan air.
Penanganan teknis diawali dengan menjaga kelembapan tanah melalui pemberian mulsa jerami setebal 5 hingga 10 sentimeter dan penyiraman rutin 2 kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 10 hingga 15 buah per 100 meter persegi sangat efektif menekan populasi kutu kebul dewasa sebelum sempat menularkan virus ke seluruh barisan tanaman.
Jika infeksi virus sudah parah dan tanaman kerdil, segera cabut dan bakar tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber penularan bagi okra sehat di sekitarnya. Penggunaan agens hayati seperti jamur Beauveria bassiana atau pestisida nabati dari ekstrak daun mimba dapat diaplikasikan setiap 5 hingga 7 hari sekali. Selalu konsultasikan pemilihan bahan aktif kimiawi dengan penyuluh pertanian lapangan di BPP terdekat.






