Ciri daun siap panen: daun telah membuka sempurna, berwarna hijau tua segar, dan panjang sekitar 10-15 cm. Pilih daun yang sehat, tidak berlubang atau berbintik. Daun yang terlalu tua (menguning) atau terlalu muda (masih kuncup) sebaiknya tidak dipanen karena kandungan nutrisinya kurang optimal. Frekuensi panen ideal setiap 2-3 minggu sekali, tergantung kesuburan tanaman dan musim. Pada musim kemarau, panen bisa lebih jarang (3-4 minggu) karena pertumbuhan lebih lambat.
Cara panen yang benar: gunakan gunting atau pisau tajam yang steril. Potong tangkai daun sekitar 2-3 cm dari pangkal batang, jangan mencabut daun karena dapat merusak batang. Sisakan minimal 3-4 pasang daun pada setiap batang agar tanaman tetap bisa berfotosintesis dan tumbuh kembali. Setelah panen, segera tempatkan daun dalam wadah bersih yang diberi alas daun pisang atau kain lembap untuk menjaga kesegaran. Jangan menumpuk daun terlalu tebal karena dapat memicu pemanasan dan pembusukan.
Daun dewa hasil panen dapat langsung digunakan atau disimpan di lemari es (suhu 4-10°C) dalam kantong plastik berlubang, bertahan 3-5 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, daun bisa dikeringkan dengan dijemur di tempat teduh atau oven suhu rendah (40-50°C) selama 4-6 jam hingga benar-benar kering. Simpan daun kering dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering, bisa bertahan hingga 6 bulan. Hindari mencuci daun sebelum disimpan karena akan mempercepat pembusukan; cuci hanya saat akan digunakan.