Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Cercospora atau Alternaria. Ciri khasnya adalah bercak bulat berwarna cokelat kehitaman dengan tepi kuning, diameter 2-5 mm, dan sering muncul di musim hujan. Solusinya: atur jarak tanam 30x30 cm agar sirkulasi udara baik, hindari penyiraman di atas daun, dan aplikasikan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai dosis anjuran. Baca label produk dan konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis tepat.
Busuk batang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii atau Rhizoctonia solani. Gejala: batang dekat pangkal berwarna cokelat, lembek, dan ditumbuhi miselium putih. Tanaman layu mendadak dan mati. Penyakit ini sering terjadi di lahan dengan drainase buruk dan kelembaban tinggi. Solusi: perbaiki drainase dengan membuat bedengan setinggi 20-30 cm, lakukan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau jagung selama minimal 2 musim, dan cabut tanaman sakit beserta akarnya untuk dimusnahkan.
Layu bakteri disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Gejala: daun layu permanen meski tanah lembab, potongan batang mengeluarkan lendir putih keruh, dan pembuluh kayu berwarna cokelat. Penyakit ini sulit dikendalikan karena bakteri bertahan di tanah hingga 2 tahun. Solusi: gunakan bibit bebas penyakit, lakukan solarisasi tanah dengan mulsa plastik transparan selama 4-6 minggu di musim kemarau, dan tambahkan pupuk kandang matang untuk meningkatkan mikroba antagonis. Hindari menanam tanaman solanaceae (tomat, terong) sebagai pendahulu.