Kutu daun biasanya menyerang pucuk dan daun muda, mengisap cairan sel sehingga daun keriput dan melengkung. Keberadaan semut pada tanaman sering menjadi indikasi adanya kutu daun karena semut memanfaatkan embun madu yang dikeluarkan kutu. Untuk mengendalikan kutu daun, Anda dapat menyemprotkan air sabun (1 sendok makan sabun cuci piring cair per liter air) setiap 3-4 hari selama seminggu. Alternatif lain adalah dengan memanfaatkan musuh alami seperti kumbang koksi (Coccinellidae) atau memasang perangkap lengket kuning.
Ulat pemakan daun biasanya aktif pada malam hari dan bersembunyi di bawah daun atau dalam guludan tanah pada siang hari. Daun yang terserang tampak berlubang tidak beraturan. Untuk pengendalian, lakukan pemantauan rutin setiap pagi dan kumpulkan ulat secara manual. Anda juga dapat menyemprotkan larutan bawang putih (5 siung bawang putih dihaluskan, direndam dalam 1 liter air semalam) atau menggunakan Bacillus thuringiensis (Bt) yang aman bagi tanaman obat. Pastikan penyemprotan dilakukan pada sore hari karena ulat aktif malam.
Tungau merah menimbulkan bercak kuning atau perak pada permukaan daun, dan pada serangan berat daun mengering dan gugur. Tungau menyukai kondisi kering dan panas. Untuk mengendalikannya, tingkatkan kelembaban sekitar tanaman dengan menyemprotkan air ke bagian bawah daun pada pagi hari. Anda juga bisa membuat ekstrak daun pepaya (rebus 10 lembar daun pepaya dalam 1 liter air, dinginkan, lalu semprotkan setiap 5 hari). Jika serangan sudah parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi pengendalian yang sesuai.