Pupuk dasar yang dianjurkan adalah pupuk kandang matang atau kompos dengan dosis 1-2 kg per meter persegi, diaplikasikan saat pengolahan lahan. Untuk pemeliharaan, gunakan pupuk organik cair seperti air rendaman kompos atau pupuk hijau yang disemprotkan ke daun setiap 2 minggu. Pada musim hujan, kurangi frekuensi pemupukan menjadi sebulan sekali karena risiko pencucian nutrisi dan kelembaban tinggi yang bisa memicu penyakit.
Alternatif pemupukan kimiawi bisa digunakan dengan hati-hati, misalnya NPK 16-16-16 dengan dosis 5-10 gram per tanaman setiap 4 minggu. Namun, untuk daun dewa yang dikonsumsi sebagai sayur atau obat, pupuk organik lebih disarankan agar tidak meninggalkan residu kimia. Perhatikan tanda-tanda kekurangan nutrisi seperti daun menguning (kekurangan N) atau tepi daun coklat (kekurangan K), lalu sesuaikan pemupukan.
Cara aplikasi pupuk: taburkan pupuk granul di sekitar pangkal batang dengan jarak 5-10 cm, lalu siram dengan air. Untuk pupuk cair, semprotkan ke seluruh permukaan daun pada pagi atau sore hari. Hindari pemupukan saat hujan deras atau tengah hari terik. Dengan pemupukan teratur, Daun Dewa bisa dipanen setiap 2-3 minggu sekali dengan menyisakan 2-3 ruas batang untuk pertumbuhan tunas baru.