Persiapan dimulai dengan memilih stek batang sepanjang 15-20 cm dari tanaman induk yang sehat, berumur minimal 4 bulan, dan tidak terserang hama. Pilih batang yang sudah berkayu (tidak terlalu muda atau tua). Rendam pangkal stek dalam larutan bawang merah (1 siung dihaluskan + 200 ml air) selama 15 menit untuk merangsang akar. Media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Isi polybag atau pot berdiameter 30 cm dengan media tersebut, lalu tanam stek sedalam 5-7 cm (2 ruas tertanam, 2 ruas di atas tanah). Siram secukupnya dan tempatkan di lokasi teduh selama 7-10 hari.
Perawatan rutin meliputi penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore) pada musim kemarau, cukup 1 kali sehari saat musim hujan. Beri pupuk organik cair (urin kelinci atau air cucian beras) setiap 2 minggu dengan dosis 200 ml per tanaman. Lakukan pemangkasan pucuk setelah tanaman setinggi 30 cm (sekitar 3-4 minggu setelah tanam) untuk merangsang percabangan. Pasang ajir dari bambu setinggi 1 meter untuk menopang batang yang merambat. Penyiangan gulma dilakukan manual setiap 2 minggu.
Panen pertama bisa dilakukan saat tanaman berumur 60-70 hari setelah tanam. Petik pucuk daun yang masih muda (3-4 helai dari ujung) dengan tangan, sisakan minimal 5 helai daun di batang agar tanaman tetap tumbuh. Panen selanjutnya setiap 2-3 minggu sekali. Dalam setahun, satu tanaman bisa menghasilkan 0,5-1 kg daun segar. Daun segar bisa langsung dikonsumsi atau dikeringkan dengan cara diangin-anginkan selama 3-4 hari untuk disimpan hingga 6 bulan dalam wadah kedap udara.