Penyebab paling umum adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N). Ciri daun menguning merata pada daun tua, disertai pertumbuhan terhambat. Solusinya beri pupuk kandang matang atau kompos setiap 2 minggu sekali, atau aplikasi pupuk NPK seimbang sesuai dosis anjuran. Kelebihan air juga bisa menyebabkan daun menguning karena busuk akar, ditandai daun layu dan menguning, tanah lembap terus. Perbaiki drainase, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 2-3 hari sekali saat musim hujan.
Serangan hama seperti kutu daun (Aphis gossypii) atau tungau juga bisa menyebabkan daun menguning. Kutu daun biasanya di permukaan bawah daun, daun keriting dan lengket. Tungau menyebabkan bintik kuning halus (stippling) di permukaan daun. Semprot dengan air sabun atau insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (neem) setiap 5-7 hari. Penyakit jamur seperti bercak daun (Cercospora) juga muncul sebagai bercak kuning yang meluas, terutama di musim hujan. Atur jarak tanam, hindari percikan air, dan aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga jika perlu.
Penyebab lain adalah paparan sinar matahari berlebihan (sunscald) yang membuat daun terbakar dan menguning di bagian tepi. Daun dewa sebaiknya ditanam di tempat teduh parsial (50-70% naungan). Jika di pot, pindahkan ke lokasi yang lebih teduh. Defisiensi mikronutrien seperti zat besi (Fe) juga bisa menyebabkan daun muda menguning dengan tulang daun hijau (interveinal chlorosis). Semprot dengan pupuk daun mengandung Fe atau beri khelat besi sesuai dosis. Pastikan pH tanah sekitar 6-7 agar nutrisi tersedia.