Ulat daun Plutella atau 'ulat tritip' menyerang daun dengan membuat lubang-lubang kecil dan meninggalkan kotoran hitam. Serangan berat menyebabkan daun tinggal tulang daun. Ulat Crocidolomia menyerang pucuk dan membuat sarang dari anyaman sutra. Pengendalian mekanis dengan memungut ulat dan telurnya secara rutin (setiap 2-3 hari) efektif untuk lahan sempit. Untuk lahan luas, gunakan perangkap feromon atau insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis (Bt) yang aman bagi musuh alami.
Kutu daun (aphids) berukuran 1-2 mm, berwarna hijau atau hitam, mengisap cairan daun sehingga daun menggulung, menguning, dan layu. Kutu daun juga mengeluarkan embun madu yang memicu pertumbuhan jelaga hitam. Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprot air bertekanan tinggi untuk membuang kutu, atau memanfaatkan musuh alami seperti kumbang Coccinella dan larva syrphid. Hindari penggunaan insektisida spektrum luas karena dapat membunuh predator alami.
Lalat akar (Delia spp.) menyerang akar dan pangkal batang dengan larva berwarna putih yang membuat saluran. Gejalanya tanaman layu mendadak, pertumbuhan terhambat, dan akar membusuk. Pencegahan dilakukan dengan menanam di bedengan tinggi, memasang mulsa plastik hitam, dan melakukan rotasi tanaman (jangan menanam Brassicaceae di lahan yang sama dalam 2-3 musim). Jika serangan sudah terjadi, cabut dan bakar tanaman terserang untuk memutus siklus hidup hama.