Penyiraman adalah kunci utama. Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) saat musim kemarau, cukup 1 kali sehari saat musim hujan, pastikan tanah lembab tapi tidak tergenang. Kol rabi butuh air konsisten untuk membentuk umbi yang besar dan tidak berserat. Mulsa jerami atau plastik hitam perak bisa membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma. Lakukan penyiangan rutin setiap 1-2 minggu agar nutrisi tidak terbagi dengan gulma.
Pemupukan susulan diberikan saat tanaman berumur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam. Gunakan pupuk NPK seimbang (misal 16-16-16) dengan dosis 5-10 gram per tanaman, atau pupuk organik cair setiap 10 hari. Hindari kelebihan nitrogen karena akan memicu pertumbuhan daun berlebihan dan umbi kecil. Perhatikan juga gejala defisiensi unsur hara: daun menguning (kekurangan N), tepi daun coklat (kekurangan K), atau pertumbuhan terhambat (kekurangan P). Lakukan pembumbunan (menimbun pangkal batang dengan tanah) saat umbi mulai membesar agar umbi tertutup dan tidak menghijau karena sinar matahari.
Hama utama kol rabi adalah ulat daun (Plutella xylostella) dan kutu daun. Untuk pengendalian, gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih setiap 5-7 hari. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi pestisida kimia yang tepat. Panen bisa dilakukan setelah umbi mencapai diameter 5-10 cm (sekitar 50-70 hari setelah tanam), sebelum umbi menjadi keras dan berserat. Potong batang di atas umbi dan daun bisa dimanfaatkan sebagai sayuran.