Pupuk dasar diberikan 7 hari sebelum tanam. Gunakan pupuk kandang matang 10-15 ton per hektar atau setara 1-2 kg per meter persegi untuk lahan sempit. Campurkan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 200-250 kg per hektar (20-25 gram per tanaman jika jarak tanam 50x50 cm). Aduk rata dengan tanah bedengan sedalam 20-30 cm. Biarkan selama 3-7 hari sebelum tanam agar pupuk terdekomposisi.
Pupuk susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 14-21 hari setelah tanam (HST). Gunakan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 5-10 gram per tanaman, dilarutkan dalam 200 ml air atau ditabur melingkar 10 cm dari batang. Ulangi pemberian pada umur 35-40 HST dengan dosis yang sama. Pada tanah yang kurang subur, tambahkan pupuk urea 2-3 gram per tanaman pada 14 HST dan 28 HST, namun kurangi dosis NPK agar tidak berlebihan.
Hentikan pemupukan 2 minggu sebelum panen agar umbi tidak menyerap nitrat berlebih. Panen biasanya dilakukan pada umur 55-70 HST, tergantung varietas. Perhatikan tanda umbi membesar dan daun mulai menguning. Jika menggunakan pupuk organik cair, semprotkan pada daun setiap 1-2 minggu sekali dengan dosis sesuai petunjuk kemasan. Pastikan pH tanah 6,0-7,0 untuk ketersediaan hara optimal.