Penyebab pertama adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen. Ciri: daun tua menguning merata, tanaman kerdil. Solusi: berikan pupuk kandang matang 2-3 kg/m2 atau kompos 1 kg/m2 setiap 2 minggu, atau semprot pupuk daun organik kaya nitrogen (baca label). Kedua, penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum): daun layu mendadak, menguning, lalu coklat, pangkal batang berlendir. Solusi: cabut tanaman sakit, rotasi tanaman dengan kacang-kacangan minimal 2 tahun, perbaiki drainase.
Ketiga, serangan hama seperti kutu daun (Aphis gossypii) atau ulat tanah. Kutu daun: daun menguning, keriput, ada embun madu dan semut. Semprot air sabun (1 sdm sabun cair per liter air) atau gunakan predator alami seperti kumbang koksi. Ulat tanah: daun berlubang, menguning, ulat muncul malam. Pasang perangkap lampu atau taburkan nematoda entomopatogen (konsultasi BPP). Keempat, kelebihan air (waterlogging): daun bawah menguning, akar busuk, bau. Kurangi frekuensi siram, buat bedengan tinggi, dan gemburkan tanah.
Lima, penyakit akar gada (Plasmodiophora brassicae): akar membengkak, daun menguning, layu siang pulih malam. Kapur tanah hingga pH 6.5-7.0 dengan dolomit 1-2 ton/ha (0.1-0.2 kg/m2), rotasi tanaman non-kubis minimal 4 tahun. Jika gejala muncul, segera konsultasi ke penyuluh pertanian setempat untuk diagnosis pasti.