Gejala akar gada meliputi pertumbuhan terhambat, daun menguning, dan layu pada siang hari. Akar utama dan cabangnya membengkak membentuk gall (bisul) yang tidak beraturan. Pada busuk hitam, daun bawah menunjukkan bercak kuning yang meluas ke tengah, urat daun menghitam, dan tanaman mudah layu. Penyakit ini menyebar melalui tanah, air, dan alat pertanian. Infeksi terjadi melalui luka atau stomata, terutama saat kelembaban tinggi.
Pengendalian dimulai dengan pencegahan: gunakan benih bersertifikat bebas patogen, rotasi tanaman non-Brassicaceae selama 3-4 tahun, dan perbaikan drainase lahan. Untuk akar gada, kapur dolomit (2-3 ton/ha) dapat meningkatkan pH tanah di atas 7,0 untuk menghambat jamur. Cabut dan bakar tanaman terinfeksi, jangan dikompos. Untuk busuk hitam, semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida sesuai dosis anjuran, dengan interval 7-10 hari. Hindari penyiraman overhead saat musim hujan.
Jika serangan sudah parah, segera konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat (BPP) untuk diagnosis laboratorium dan rekomendasi pengendalian terpadu. Jangan gunakan pestisida sembarangan. Praktik sanitasi alat dan kebersihan lahan sangat penting. Tanam varietas tahan seperti 'Kohlrabi White Vienna' yang lebih toleran terhadap penyakit. Pantau tanaman setiap minggu, terutama setelah hujan lebat.